Waduh, Disini Prostitusi Masih Menjamur

208
MENJAMUR: Selain di lokalisasi para pekerja seks komersial juga menjajakan diri di media sosial. (HERDI JAFFAR/BONTANG POST)

Satpol PP Janji Lebih Aktif Lakukan Pemberantasan

SANGATTA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutim mengaku masih fokus untuk menuntaskan permasalahan prostitusi di tahun ini. Sebenarnya program ini juga dicanangkan tahun lalu. Namun terus digalakkan karena praktik haram tersebut masih menjamur di beberapa kecamatan. Salah satunya, di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

Sebelumnya, secara resmi pemerintah Kutim sudah mendeklarasikan jika semua lokalisasi di Kutim ditutup tanpa terkecuali. Namun faktanya, menutup dunia hitam tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab, lokalisasi ditutup,para Pekerja Seks Komersial (PSK) membuka jalan prostitusi terselubung. Mulai dari mangkal di jalan, perkebunan, tempat Hiburan Malam (THM), hotel dan penginapan, hingga panti pijet, dan salon.

Berdasarkan hal tersebut, melalui  kepemimpinan Kepala Satpol PP baru ini, pihaknya berjanji akan lebih aktif dalam memberantas praktek prostitusi. Baik terselubung terlebih dilakukan secara terang-terangan. “Jadi salah satu fokus kita tahun 2017 ini ialah prostitusi,” ujar Arif mantan Sekretaris Dewan itu.

Tidak hanya prostitusi, pihaknya juga mengaku akan menertibkan semua THM yang tidak berijin dan juga minuman beralkohol (Minol). Diketahui pula, jika THM di Kutim tak satupun yang mengantongi izin. Begitu pula, penjualan Minol terkecuali dibeberapa tempat seperti halnya hotel berbintang. “Jadi THM dan Minol target kami. Juga, seperti Gelandangan dan Pengamen, penertiban reklame yang tidak pada tempatnya, dan juga Ijin Mendirikan Bangunan (IMB),” katanya.

Hal bisa  langsung dilakukannya tanpa intruksi dari instansi terkait. Seperti halnya penertiban reklame. Meskipun begitu, pihaknya juga memerlukan pengawalan instansi terkait agar dapat memberikan pemahaman dan rujukan aturan jika sewaktu-waktu ada yang mempertanyakan. “Jadi memang, harapan kami bisa bergerak secara beriringan. Kami yang mengeksekusi, instansi terkait yang memberikan pengarahan. Jadi jelas semuanya. Intinya, kami siap kapanpun untuk mengamankan perda tersebut,” katanya.

1
2
BAGIKAN
loading...