Idume, Bertahan dalam Tumor dan Kemiskinan

312
BEBAN HIDUP: Idume mesti hidup dengan tumor yang melekat di leher sebelah kanannya. (FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

 

Minum Rebusan Daun Seledri setiap Tekanan Darah Naik

Kondisi ekonomi yang kekurangan dan anak yang sakit-sakitan seakan belum cukup bagi penderitaan Idume. Perempuan kelahiran Soppeng, 56 tahun lalu ini kini hidup dengan tumor melekat di leher sebelah kanannya.

LUKMAN MAULANA, Bontang

Sepintas tidak ada yang berbeda bila melihat sosok ringkih Idume. Pakaian daster dan langkahnya yang ringkih memperlihatkan seakan dia hanya perempuan tua biasa yang mengisi hari dengan menjaga warung kelontong. Tapi saat melihat lebih dekat pada lehernya yang telah keriput, tampak benjolan kecil sebesar kepalan tangan bayi. Benjolan terbungkus kulit itu bergerak berdetak ibarat jantung, layaknya hidup. “Awalnya kecil. Perubahannya jadi besar tidak terasa. Tiba-tiba saja sudah seperti ini,” kisah Idume saat ditemui Bontang Post di kediamannya di Jalan WR Supratman RT 15 Berbas Pantai.

Idume menceritakan, awal tumbuhnya benjolan tersebut terjadi selepas hari raya Iduladha tahun 2014. Setelah acara kenduri yang digelar di rumahnya, badannya terasa meriang, kepala berkunang-kunang. Padahal, belum ada secuilpun daging hari raya yang hinggap melewati kerongkonannya. Kondisinya hari itu semakin meemburuk hingga dia terpaksa dibawa ke RSUD Taman Husada Bontang oleh adik sepupunya.

“Sempat enam hari saya di sana. Lalu saya dirujuk ke Samarinda. Oleh dokter di Samarinda, benjolan ini akan dioperasi. Katanya ada penumpukan darah. Tapi batal karena tekanan darah saya naik. Saya lalu balik ke Bontang,” ungkapnya.

Sejak itu, Idume disarankan untuk rutin kontrol ke RSUD Taman Husada Bontang. Namun, karena ketiadaan biaya, kontrolnya pun berhenti di awal 2016. Memang, kondisi ekonomi Idume yang hanya mengandalkan berdagang rokok dan beberapa kebutuhan harian tidak cukup untuk kebutuhan hidupnya.

loading...