‘Dicerai’ Dishub, Aset Kominfo Minim

108
DINAS BARU: Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik masih terlihat lengang dengan kondisi aset yang seadanya, baik mebeler maupun ATK. (MEGA ASRI/BONTANG POST)

 

Dasuki: Sudah Ada yang Mengatur

BONTANG – Sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Baru, aset Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik masih terbilang minim. Di beberapa ruangan, aset yang tersedia hanya seadanya.

Namun, hal tersebut tak mengurangi semangat pegawainya untuk membangun pecahan dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) agar tetap mempertahankan prestasi yang sudah diraih.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, Dasuki mengatakan meski dengan sarana dan prasarana yang masih minim, justru menimbulkan hikmah bagi pegawainya. Sebab, dengan tidak adanya aset, membuat semua pegawainya kompak hingga akhirnya mendapat aset peralihan aset dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) yang saat ini bergabung ke Dinas Pendidikan untuk Kebudayaannya, serta Dinas Pemuda dan Olah Raga untuk Pariwisatanya. “Kami tidak khawatir, justru ada hikmahnya, mereka (pegawai, Red.) jadi lebih kompak, dan soal aset sudah ada yang mengatur,” jelas Dasuki didampingi Sekretarisnya Ririn Sari Dewi serta Kasi Sarana dan Prasarana Pos Komunikasi dan Informatika, Arianto saat ditemui di ruangannya, Rabu (18/1) kemarin.

Dari pantauan Bontang Post, eks kantor Dishubkominfo yang digunakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik ini masih terlihat kosong. Beberapa ruangan staf hanya tersedia meja dan kursi tanpa peralatan kerja seperti laptop ataupun komputer.

Pun dengan ruangan lobinya yang tanpa sofa, ruangan rapat yang sederhana serta ruangan kepala dinas yang belum sempurna asetnya. Hal tersebut, karena seluruh aset serta mebeler sebelumnya merupakan aset milik Dishub.

Sementara saat mereka ‘bercerai’, tentu aset tersebut diboyong semua oleh Dishub, kecuali aset PPID. “Kominfo ini dulu hanya bidang, jadi memang aset seluruhnya milik Dishub,” ujarnya.

1
2
BAGIKAN
loading...