Dissos Tertutup Soal Data Miskin 

40
Ilustrasi

SANGATTA – Berapa angka pasti jumlah warga yang masuk kategori miskin di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih belum jelas. Sebab, data yang dimiliki beberapa intansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim pun berbeda. Sementara Dinas Sosial (Dissos) selaku instansi yang kerap melakukan pendataan terhadap warga miskin tersebut pun tertutup untuk memberikan data ke media. Sebab, khawatir jika data yang dikeluarkan tidak sesuai dengan keinginan Bupati Kutim.

“Saya baru seminggu disini (Dissos). Mengenai data, mohon maaf, kami akan lakukan rapat internal dulu. Setelah itu, baru kami sampaikan kepada Bupati Kutim untuk data falid warga miskinnya,” ujar Kepala Bidang Pemberdayaan, Dissos, Achmad Riadi.

Sementara itu, saat media ini mendatangi beberapa kasi dan staf teknis yang membidangi masalah tersebut, juga turut bungkam memberikan data warga miskin di Kutim. Sebab, mereka mengaku masih baru menempati posisi tersebut dan tidak berani memberikan data yang belum falid, meskipun, pada tahun 2015 dan 2016, data tersebut sudah pernah terekspos di media.

“Datanya belum falid. Bahkan, masih banyak kecamatan yang belum memberikan data secara tertulis ke kami (tentang warga miskin,red). Seperti, kecamatan Busang, Sangatta Utara dan Wahau. Kemungkinan bisa bertambah dan berkurang,” kata salah seorang staf yang enggan menyebutkan namanya.

Dirinya hanya berani memberikan data khusus warga miskin saja. Itupun, setelah diberikan penjelasan yang mendalam.

Menurutnya, dari data sementara warga miskin yang didata Dissos Kutim, terdapat sebanyak 4.861 jiwa. Data ini hanya sebagian kecil orang miskin di Kutim. Sebab, masih ada 25 golongan yang berhak menerima bantuan rutin dari pemerintah. Seperti halnya, bantuan lansia, disabilitas, penyandang disabilitas, pemulung,pengemis dan beberapa golongan lainnya.

1
2
BAGIKAN
loading...