Membangun Masyarakat Sejahtera dan Berbudi Luhur

87
Oleh: Wahyudi, M.Pd Aktivis HTI Bontang

 

Kalau kita mau memperhatikan keadaan bangsa ini, hampir bisa dipastikan setiap tahun, atau bahkan tidak sampai dalam hitungan tahun, kita selalu dibanyangi dengan kenaikan harga-harga, mulai dari kenaikan harga BBM, tarif dasar listrik, tarif PDAM, dan yang terakhir, yang beritanya santer di media, terjadi kenaikan biaya pengurusan baru STNK dan BPKB 200 persen hingga 300 persen. Tak jarang kenaikan semua itu diiringi dengan kenaikan harga bahan sembako di pasaran. Di Sangata kemarin (11/1) harga Cabe melambung tinggi sampai Rp. 200 ribu per kilogram.

Ironis sekali, katanya negeri ini adalah kaya akan semua potensi alam, tapi mengapa sering impor bahan makanan dari luar negeri? Mulai dari daging sapi, beras, dan buah-buahan. Terus sumber daya alamnya yang melimpah seperti; minyak, batu bara, emas, gas alam, ikan di lautan. Dengan potensi alam yang melimpah ini, mengapa negara ini belum mampu membuat rakyat menjadi sejahtera? Kemiskinan masih banyak, kasus busung lapar, kejahatan, pembunuhan terjadi dimana-mana silih berganti dan mencari pekerjaan sulit, sebagai contoh pengangguran tenaga kerja di Balikpapan terdapat 5,95 persen dari 282.571 orang angkatan kerja (KP.12/1).

Islam sebagai agama sempurna mempunyai jawaban atas semua problem kehidupan manusia. Dalam pandangan Islam, masyarakat dikatakan sejahtera bila terpenuhi dua kriteria: Pertama, terpenuhinya kebutuhan pokok setiap individu rakyat; baik pangan, sandang, papan, pendidikan, maupun kesehatannya. Kedua, terjaga dan terlidunginya agama, harta, jiwa, akal, dan kehormatan manusia.

Dengan demikian, kesejahteraan tidak hanya buah sistem ekonomi semata; melainkan juga buah sistem hukum, sistem politik, sistem budaya, dan sistem sosial yang bersumber dari islam.

Allah Swt telah menjadikan agama ini sebagai dînul kâmil, agama yang sempurna. Syariahnya mengatur seluruh aspek kehidupan, baik politik, ekonomi, hukum, sosial, maupun budaya. Bila syariah diterapkan secara kaffah oleh negara, niscaya kesejahteraan hakiki, akan terwujud dalam kehidupan ini. Allah SWT berfirman, yang artinya,” Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (Qs. Al ‘Araaf [7]:96)”.

1
2
3
4
BAGIKAN
loading...