Kerusakan Jalan Jadi Perhatian Serius Pemkab Kutim

66
RUSAK PARAH: Akibat diguyur hujan selama beberapa hari terakhir, Jalan poros Busang-Long Mesangat ini sudah seperti kubangan lumpur. Banyak kendaraan kandas akibat terjebak lumpur. (Dok/Radar Kutim)

DPU Kutim Sudah Masukan Perencanaan Pembangunan

SANGATTA – Kerusakan sejumlah infrastruktur jalan di daerah hulu bakal mendapatkan perhatian serius Pemerintah Kutim, tak terkecuali perbaikan Jalan poros Busang-Long Mesangat. Sebab jalan yang menghubungkan Sangatta dan Samarinda tersebut kondisinya kini cukup memprihatinkan.

Kepala Dinas Perkerjaan Umum (DPU) Kutim Aswandini Eka Tirta mengemukan, prospek pembangunan pemerintah dalam beberapa tahun kedepan bukan lagi difokuskan di Sangatta sebagai ibu kota Kabupaten Kutim, melainkan juga menyasar di daerah hulu.

“Kami memang sedang memikirkan pembangunan ke arah sana, dan itu sesuai dengan arah kebijakan yang sudah dicanangkan beliau (Bupati Ismunandar, Red.), yakni pembangunan dari desa dan hulu Kutim,” katanya, Sabtu (14/1) kemarin.

Ia menyebut, khusus perbaikan Jalan poros Busang-Long Mesangat telah masuk perencanaan. Dalam waktu dekat, petugas DPU Kutim akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi, untuk mengecek kerusakan jalan agar bisa dialokasikan anggarannya.

Meski begitu, diakuinya, jalan yang 100 persen tanah memang mudah rusak, terlebih lagi pada saat musim hujan seperti sekarang. Apalagi jalan tersebut juga adalah akses utama bagi masyarakat, serta sejumlah kendaraan perusahaan kelapa sawit di daerah itu.

Dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemerintah Kutim sekarang, perbaikan jalan tersebut baru sebatas tahap pemeliharaan saja. Karena jika dibeton, atau diaspal, itu tidak mungkin dilakukan. Sebab anggaran yang dibutuhkan mencapai ratusan miliar.

“Kalau dibeton, itu tidak mungkin dilakukan, karena biayanya terlalu besar. Paling maksimal di tahun anggaran ini yang bisa coba kami lakukan hanya sebatas mengusulkan untuk dilakukan peningkatan saja. Dan itupun belum dapat kami pastikan, apakah disetujui atau tidak,” jelasnya.

Disebutkan, pertimbangan lainnya karena medan jalan yang sulit dan jarak yang cukup jauh, biaya yang dibutuhkan untuk mengangkut material tentunya cukup besar. Apalagi kebanyakan material pekerjaan didatangkan daerah Palu, Sulwesi Tengah (Sulteng).

1
2
BAGIKAN
loading...