Agus Menggebu, Ahok Santai, Anies Tenang

1209
Detik.com

Debat, Cagub-Cawagub DKI Bicara Ikan, Kail, dan Kolam

JAKARTA – Debat kandidat resmi pilgub DKI yang pertama dilaksanakan di Auditorium Birawa, Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, tadi malam (13/1). Banyak hal menarik. Yang paling penting adalah isi dari perdebatan tentang masalah-masalah yang populer di ibu kota.

Masalah penggusuran, relokasi, banjir, kemiskinan, pengangguran, hingga reklamasi pantai membuat debat semalam begitu berisi. Visi dan misi serta program unggulan para kandidat juga tak jauh-jauh dari permasalahan yang menyangkut kesejahteraan sosial.

Sejak siang, suasana di lokasi debat supersibuk. Persiapan terlihat matang. KPU telah membuat perhitungan detail. Penyelenggara pemilu itu hanya mengizinkan 100 orang relawan dari tiap-tiap pasangan cagub masuk ke dalam ruang debat.

Meski dibatasi, jumlah relawan yang datang ternyata lebih banyak. Mereka yang tak boleh masuk tetap dapat tempat. Mereka bisa nonton bareng (nobar) di sekitar kompleks Bidakara. Pendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni nobar di salah satu kafe yang berada di kompleks Bidakara. Mereka memenuhi kafe yang menyediakan layar besar tayangan debat.

Sementara itu, pendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat memilih nobar di salah satu kantin yang ada di kompleks Bidakara. Mereka menyaksikan tayangan debat melalui televisi berukuran 21 inci.

Pendukung Anies-Sandi tampak sudah diarahkan mengikuti aturan KPU. Sedikit dari mereka yang tidak bisa masuk ke dalam ruangan debat. ’’Malam hari ini kita akan mengangkat tema besar. Pembangunan sosial ekonomi untuk warga Jakarta,’’ kata Ketua KPU DKI Sumarno dalam sambutannya sebelum debat dimulai.

Debat dibagi tiga sesi pembahasan. Temanya seputar sosial ekonomi, lingkungan, dan transportasi. Lalu, debat dilanjutkan dengan tema pendidikan dan keamanan warga. ’’Jadi, kami akan melihat tiga hal dari sana. Integritas, leadership, kapasitasnya,’’ ungkapnya. Pada akhir sambutan, Sumarno menyampaikan sebuah pantun untuk menyemangati warga Jakarta agar memilih. ’’Beli balon ke pasar baru, jalan-jalan ke kota-kota, ayo memilih untuk warga Jakarta,’’ katanya.

1
2
3
BAGIKAN
loading...