Honorer Dikumpulkan, Camat Minta Pengertian, Tetaplah Bekerja Dengan Baik 

141
DIPAHAMKAN: Camat Bontang Barat, Sutrisno (baju biru) memberikan arahan kepada para tenaga honorer di lingkungan Kecamatan Bontang Barat. (Muhammad Zulfikar/Bontang Post)

 

 

BONTANG – Sekitar 38 tenaga honorer atau non Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kecamatan Bontang Barat dikumpulkan di Balai Pertemuan Umum Kecamatan, Kamis (12/1). Dalam pertemuan yang dihadiri Camat Bontang Barat, Sutrisno, jajaran struktural kecamatan, dan seluruh lurah di lingkungan Kecamatan Bontang Barat,  para tenaga honorer ini diberi arahan terkait pemotongan gaji pegawai non PNS.

Dalam arahannya, Sutrisno terlebih dahulu menceritakan alasan terkait pemotongan gaji yang dialami pegawai non PNS. Menurutnya, opsi ini muncul sebagai pengganti opsi merumahkan pegawai yang lazim dilakukan di banyak daerah lainnya. Selain itu, gaji yang diperoleh nantinya pun memang lebih rendah dari target semula, dari Rp 1,5 juta menjadi sisa Rp 1 juta. “Bontang masih beruntung, karena daerah lain banyak yang merumahkan pegawainya, bahkan jika dipertahankan pun lebih rendah gajinya daripada Bontang, sekitar Rp 800 ribuan,” ujar Sutrisno.

Dia melanjutkan, dengan keadaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bontang yang turun drastis saat ini, Sutrisno meminta para pegawai honorer ini maklum. Dirinya tak memungkiri, jika keadaan ekonomi Bontang membaik dalam perjalanannya setahun ke depan, maka ada kemungkinan besaran gaji yang diperoleh akan bertambah atau kembali seperti semula.

Selain itu, ada rencana untuk mengevaluasi kinerja tenaga honorer ini tiap enam bulan sekali. “Karena ada evaluasi tersebut, meskipun gajinya memang sedikit, saya harapkan tetap bekerja seperti biasa, bekerja dengan baik,” kata camat yang baru dilantik akhir 2016 lalu.

Sementara saat sesi diskusi bersama, beberapa perwakilan honorer menyatakan siap kembali bekerja seperti biasa dan menerima kebijakan yang diambil. Mereka pun memaklumi keadaan Bontang yang sedang mengalami banyak pemangkasan biaya akibat minimnya dana bagi hasil (DBH) yang masuk ke Bontang. “Kami memaklumi keadaan yang terjadi saat ini. Tidak di rumahkan saja sudah syukur,” kata salahsatu pegawai honorer yang hadir. (zul)

1
2
BAGIKAN
loading...