Rapatkan Kepengurusan Baru, Perbakin Silaturahmi dan Konsolidasi dengan Para Atlet

161
SAMAKAN PERSEPSI: Para pengurus Perbakin Bontang berfoto bersama para atlet dan Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase.(LUKMAN/BONTANG POST)

 

BONTANG – Pengurus Kota Persatuan Olahraga Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Pengkot Perbakin) Bontang menggelar silaturahmi antara pengurus dan atlet, Selasa (10/1) lalu. Dalam pertemuan yang digelar di Planet Football Café & Resto tersebut, hadir ketua Perbakin Bontang periode 2017-2021 AKBP Andy Ervyn yang juga Kapolres Bontang, serta turut hadir dewan pembina Perbakin Bontang sekaligus Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase.

Sebagai ketua terpilih dalam kepengurusan baru, Andy mengatakan, pertemuan tersebut sebatas konsolidasi dan silaturahmi dengan para atlet dan pengurus Perbakin. Dalam pertemuan ini para atlet dan pengurus saling mencurahkan berbagai persoalan yang dihadapi terkait agenda Perbakin. Sehingga dapat diketahui dan dirumuskan solusi kendala-kendala tersebut.

“Yang pasti konsolidasi dulu dengan teman-teman yang terlibat di kepengurusan kemarin dan juga atlet-atletnya. Lebih melihat dulu bagaimana kekuatan yang ada di Perbakin,” kata Andy.

Dari pertemuan ini, Andy berharap bisa menghidupkan nomor tembak reaksi di Perbakin Bontang. Kata dia, selama ini atlet-atlet menembak Bontang masih fokus pada senjata air rifle atau senapan angin. Sehingga dengan turut terjun di tembak reaksi, bisa semakin melejitkan potensi yang dimiliki atlet-atlet Perbakin Bontang ke depan.

Sementara disinggung tentang anggaran Perbakin, Andy mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkot Bontang. Dalam hal ini kaitannya dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bontang. Diharapkan dalam kegiatan-kegiatan Perbakin ke depan bisa mendapat dukungan dana dari Pemkot dan KONI Bontang.

Permasalahan anggaran memang menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi atlet menembak Bontang untuk berprestasi. Kabid Pembinaan Prestasi Perbakin Bontang, Sukarno mengatakan, dana yang didapatkan Perbakin Bontang selama 2016 kemarin dirasa kurang untuk mendukung kegiatan latihan para atlet. Kata dia, dana sekitar Rp 50 jutaan tersebut hanya cukup untuk pengadaan sasaran dan peluru.

1
2
BAGIKAN
loading...