WOW!!! Harga Cabai di Kutim Makin Pedas Capai Rp 200 Ribu Per Kilogram

210
MAKIN PEDAS: Harga cabai pada tahun 2017 ini semakin pedas. Di pasar Sangatta Utara dan Sangatta Selatan harga cabai tembus Rp 150 hingga Rp 200 ribu. (Dhedy/Radar Kutim)

SANGATTA – Di awal 2017 ini hampir semua kebutuhan pokok secara bergantian mengalami kenaikan yang berlipat. Dimulai dari administrasi kendaraan bermotor, Tarif Dasar Listrik (TDL), Bahan Bakar Minyak (BBM), kini harga cabai di pasaran juga semakin “pedas”.

Dari pantauan Radar Kutim, harga cabai di pasar tradisional Sangatta Selatan hingga kemarin (11/1) menjadi Rp 150 ribu per kilogram. Padahal harga normal sebelumnya, hanya kisaran Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu rupiah per kilogram. Namun setelah Natal dan Tahun Baru, harga cabai terus merangkak naik.

“Kenaikan bertahap sudah mulai Natal dan Tahun Baru. Pada saat natal, sudah naik Rp40 ribu sampai Rp50 ribu perkilo. Tahun baru naik lagi menjadi Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu. Dan sekarang ini, saya jual Rp 150 ribu,” ujar Rina, Pedagang Kaki Lima (PKL) Sangatta Selatan.

Namun dari pengakuannya, nilai Rp150 ribu tersebut dijual pada saat sore hari saja. Namun pagi hari, akan mengalami kenaikan. Karena, pada momen tersebut, banyak konsumen yang akan berbelanja ke pasar. “Kalau sore, sedikit saja yang jualan. Warga palingan satu dua saja yang beli. Makanya harga cabai agak turun. Tetapi kalau pagi, saya naikkan menjadi Rp 160 ribu,” katanya.

Harga ini terbilang normal. Karena, tak sedikit yang menjual lebih tinggi dari harga yang dipasarkannya. Apalagi, cabai tersebut baru dipetik dan segar. Saat ini, dirinya mengaku hanya mengikuti harga pasar pada umumnya.

“Cabai yang saya jual terbilang agak lama. Kalau baru, pasti tinggi sekali harganya. Ada juga yang lebih murah atau di bawah Rp150 ribu. Tetapi lombol yang sudah lama sekali dan atau cabai campuran antara yang baik dan busuk. Kan sekarang metode penjual seperti itu. Alhamdulillah, saya yang normal saja,” katanya.

1
2
3
BAGIKAN
loading...