Paman Bejat! Garap Dua Ponakan Dengan Senjata Balas Budi

1979
Sutrisno (43) warga Desa Cibeureum, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, berurusan dengan polisi karena tega menggauli dua keponakannya sendiri.(Taufik/radarcirebon.com/JawaPos.com)

Sutrisno (43) warga Desa Cibeureum, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, tega melakukan pencabulan terhadap dua keponakannya. Pelaku tega malakukan tindakan bejat karena merasa para korban harus balas budi jadi atas kebaikannya.

Kasus pencabulan terungkap saat kakak beradik, sebut saja Mawar (24) dan Melati (22) tersebut, setelah keduanya tak tahan bertahun-tahun mendapat perlukan tak senonoh sang paman. Kanit PPA Reskrim Polres Kuningan Iptu Dahroji mengatakan, dari keterangan para korban, perbuatan tak senonoh Sutrisno tersebut pertama kali dilakukan terhadap Mawar. Saat itu Mawar masih berusia 12 tahun dan duduk di bangku kelas 6 SD.

Saat akan melakukan perbuatan tak terpuji tersebut, tersangka kerap mengungkit-ungkit latar belakang korban yang diurusnya sejak masih berusia empat dan dua tahun. Karna ditinggal ibunya meninggal dunia dan sang ayah pergi entah ke mana.

“Tersangka berdalih sudah mengeluarkan banyak biaya untuk mengurus keduanya, sehingga sebagai balasannya meminta Mawar untuk melayani nafsu bejatnya. Karena terpaksa dan diancam tidak akan diurus segala biaya sekolah dan sebagainya, korban pun akhirnya mau,” kata Dahroji.

Rupanya, pelaku kembali melancarkan senjata tersebut terhadap sang adik, Melati, ketika sudah duduk di bangku SMP. Kembali tipu daya Sutrisno tak bisa ditolak Melati yang akhirnya turut menjadi korban otak cabul sang paman.

Terjebak dalam situasi tersebut, membuat kedua kakak beradik ini tak bisa menolak setiap kali Sutrisno memaksa meminta dilayani. Bahkan, perbuatan tak senonoh tersebut berlangsung hingga keduanya beranjak dewasa. Sudah tak terhitung berapa kali Mawar dan Melati mendapat perlakuan bejat sang paman.

Hingga akhirnya Mawar pun menikah dan diboyong suaminya hingga dikaruniai seorang putra. Sedangkan sang adik yang tak tahan mendapat perlakuan tersebut akhirnya memutuskan merantau ke Jakarta. Malang, ternyata umur perkawinan Mawar hanya seumur jagung. Sehingga memaksa dia kembali ke rumah Sutrisno. Mawar kembali harus mengalami perlakuan tak senonoh pelaku hingga akhirnya dinyatakan positif hamil.

1
2
BAGIKAN
loading...