Laka Lantas 2016 Meningkat, Polres Harapkan Warga Sadar dan Tertib Lalu Lintas 

165
Ilustrasi

BONTANG – Kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) meningkat di tahun 2016 menjadi 44 kasus dari tahun 2015 yang hanya 40 kasus. Peningkatan kasus juga menyebabkan peningkatan pada korban meninggal dunia (MD), luka berat dan luka ringan. Namun menurun di kerugian materil.

Tingginya kasus laka lantas membuat Polres Bontang mengharapkan masyarakat lebih sadar dan tertib pada peraturan lalu lintas.

Kapolres Bontang, AKBP Andy Ervyn mengatakan, tingkat kecelakaan di Bontang memang cukup tinggi. Namun, Polres Bontang melalui Sat Lantas Polres Bontang telah melakukan berbagai upaya pencegahan dengan memasang imbauan di beberapa titik rawan laka. Termasuk pemasangan CCTv di beberapa persimpangan jalan. “Dengan adanya RTMC (Road Traffic Management Corporation) juga membantu petugas memantau arus lalu lintas,”jelas Andy beberapa waktu lalu.

Dari data yang dihimpun, untuk kasus pelanggaran lalu lintas memang cenderung menurun. Jika tahun 2015 pelanggaran mencapai 5.447 kasus, tahun 2016 hanya 2.966 kasus. Artinya terjadi pengurangan sebanyak 2.481 kasus atau sekitar 45,5 persen. Penurunan itu terjadi karena semakin intensifnya petugas dalam melaksanakan razia, serta tingkat kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas yang semakin baik. Namun terjadi peningkatan di kasus lakalantas. (selengkapnya silakan lihat info grafis).

“Informasi juga semakin cepat diakses dengan harapan masyarakat bisa tahu dan menyadari agar tetap tertib demi keselamatan bersama,” ungkapnya.

Tindakan preemtif dan preventif, biasanya dilakukan di sekolah-sekolah untuk tertib lalu lintas. Berlakunya e-tilang juga membuat pelanggar harus ditindak tegas. Karena setiap pelanggaran langsung berhubungan dengan negara, dengan ditentukannya pasal apa yang telah dilanggar. “Ketentuan tilang sudah ada, jadi bagi anak di bawah umur, sebaiknya jangan diizinkan membawa motor, kalau ke sekolah bagusnya diantar orang tua atau sewa ojeg per bulan,” tuturnya.

1
2
3
BAGIKAN
loading...