Parkiran Semrawut, Warga Pertanyakan Legalitas Jukir PIS  

131
SEMRAWUT: Beginilah kondisi parkiran di PIS, terlihat semrawut, padahal para pengunjung pasar telah dipungut biaya parkir oleh para Jukir di tempat tersebut.(Foto: Dirhanuddin/Radar Kutim)

SANGATTA – Keberadaan juru parkir (Jukir) yang menarik pungutan terhadap pengunjung di Pasar Induk Sangatta (PIS) di Jalan Ilham Maulana, Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim) mendapatkan sorotan dari masyarakat. Bahkan masyarakat mempertanyakan legalitas terhadap pungutan parkir tersebut. Pasalnya, selama ini tidak pernah ada pungutan parkir apapun di tempat tersebut.

Joko (40) salah seorang pengunjung pasar mengaku kaget dengan adanya pungutan parkir. Apalagi pungutan itu langsung dilakukan di depan pintu gerbang pasar oleh beberapa orang yang mengaku sebagai Jukir.

“Kaget aku, kok ada tarikan uang parkir. Kalau enggak salah, sebelumnya enggak ada yang kayak-kayak gini. Makanya saya heran saat masuk disodorkan karcis, terus diminta membayar Rp 1.000, karena saya menggunakan motor,” katanya, Kamis (5/1) kemarin.

Selain itu, dirinya pun cukup heran, karena setelah masuk tidak ada jukir yang mengatur kendaraan seperti layaknya tempat parkir lainnya yang menarik pungutan. Akibatnya, banyak kendaraan yang terparkir dengan semrawut, baik itu roda dua maupun roda empat.

“Kalau ditarik uang parkir, ya tarik saja, tapi aturlah parkirannya di dalam. Kendaraan yang masuk harusnya dirapikan di sini. Enggak sembarangan kayak gini, ganggu orang masuk. Mungkin kalau pas sepi kayak ini, mungkin enggak apa-apa, tapi kalau ramai pasti bikin antrean dan macet,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Ari (37) yang datang berbelanja di PIS. Menurutnya, seharusnya di tempat umum seperti pasar tidak perlu ada pungutan parkir. Apalagi PIS merupakan pasar yang dibangun oleh pemerintah dan diperuntukan untuk masyarakat.

“Susah juga ngomongnya, kita mau belanja, tapi dikenakan uang parkir juga. Kalau enggak salah, dua minggu lalu sudah mulai, tapi dia minta di (area, Red.) parkir, setelah itu sempat berhenti. Tapi sekarang malah meminta di depan pintu masuk,” katanya.

loading...