Lusa, Tarif STNK-BPKB Naik, Pemesanan Nomor TNKB juga Kena Pajak 

205
Ilustrasi

BONTANG – Per 6 Januari, tarif penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) akan mengalami kenaikan. Penentuan tarif tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang Berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dalam PP tersebut, penerbitan STNK untuk roda dua, tiga, dan angkutan umum yang sebelumnya Rp 50 ribu per penerbitan, kini menjadi Rp 100 ribu per penerbitan. Sedangkan untuk roda empat atau lebih, yang sebelumnya bertarif Rp 75 ribu, kini menjadi Rp 200 ribu.

Sementara untuk BPKB, untuk kendaraan roda dua atau tiga, yang sebelumnya dipasang tarif Rp 80 ribu per penerbitan, kini dipatok sebesar Rp 225 ribu. Sedangkan untuk roda empat atau lebih, yang sebelumya sebesar Rp 100 ribu, kini diberi tarif sebesar Rp 375 ribu. Tak hanya untuk STNK dan BPKB saja.

Sejumlah jenis PNBP lain seperti Surat Tanda Cek Kendaraan (STCK), Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau plat kendaraan, surat mutasi ke luar daerah, bahkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) juga dipastikan naik (selengkapnya lihat grafis).

Kapolres Bontang AKBP Andy Ervyn melalui Kasatlantas AKP Irawan Setyono, membenarkan jika awal Januari ini tarif sejumlah PNBP di kepolisian mengalami kenaikan, bahkan lebih dari 100 persen. “Info dari Korlantas Polri, tarifnya mulai berlaku 6 Januari,” ujar Irawan.

Terkait alasan kenaikannya, Irawan tidak mengetahuinya secara persis alasan pusat melalui Mabes Polri dan Pemerintah Pusat memutuskan menaikkan sejumlah tarif di PNBP. Namun, Irawan berharap dari pusat sudah mempertimbangkan dengan matang kenaikan tarif ini.

1
2
3
4
BAGIKAN
loading...