Sorot Kenaikan Tarif Air, KNPI Minta Dikaji Lagi

134
Ilustrasi

 

Imbau Utamakan Fungsi Sosial Ketimbang Korporasi

BONTANG – Wacana kenaikan tarif air dari PDAM Tirta Taman Bontang ditanggapi serius oleh DPD II KNPI Bontang pimpinan Abdul Rasyid. Melalui rilis yang dikeluarkannya di media sosial (medsos), pihaknya menolak adanya wacana yang digulirkan oleh Direktur PDAM untuk menaikkan tarif dasar PDAM pada seluruh pelanggan dengan presentasi hampir seratus persen. Padahal, kondisi masyarakat sedang sulit saat ini.

Kepada Bontang Post, Rasyid mengonfirmasi sebenarnya KNPI Bontang tidak menolak adanya kenaikan tarif air. Namun, dirinya menekankan jika kenaikan tersebut lebih baik untuk pelanggan dengan golongan III dan IV, yang menyasar pada rumah tangga menengah ke atas dan industri. Sedangkan untuk golongan I dan II, yakni masyarakat yang tidak berpenghasilan dan berpenghasilan rendah.

“Pada dasarnya tidak menolak, tapi ditunda dulu atau untuk golongan tertentu saja yang naik,” ucap Rasyid saat dihubungi via telepon, Selasa (3/1).

Dirinya menyebut, wacana naiknya tarif air hingga mendekati seratus persen memang mengagetkan banyak pihak. Sejumlah masyarakat pun diakuinya banyak memperbincangkan tentang rencana kenaikan tarif air ini. Di saat ekonomi sedang lesu, menurut Rasyid kebijakan tersebut dirasa kurang tepat jika menyasar kepada semua golongan.

“Berempatilah dengan rakyat kecil. Kan kasihan sudah ekonomi lesu, harga apa-apa naik, ini tarif air juga mau naik,” ujarnya.

Rasyid pun meminta kebijakan tersebut dikaji ulang oleh bos PDAM saat ini, Suramin. PDAM, kata Rasyid memang punya dua fungsi, yakni fungsi sosial dan fungsi korporasi. Namun, sebagai perusahaan pelat merah, semestinya fungsi sosial lebih diutamakan ketimbang fungsi korporasi.

Terlebih, PDAM jangan berlindung di balik Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 70 dan 71 Tahun 2016 tentang Penyesuaian Tarif Air PDAM untuk menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

1
2
BAGIKAN
loading...