Kontraktor Minta Minggu Kedua Dibayar, Atau Ancam Duduki Kantor DPPKA 

746
BERI DEADLINE: Para kontraktor dan konsultan memberikan deadline pembayaran kepada Pemkot Bontang yang harus dipenuhi. Jika tidak, mereka akan membuat aksi protes terbuka.(MEGA ASRI/BONTANG POST)

BONTANG – Para kontraktor dan konsultan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pengusaha Bontang (FKPB) memberikan deadline waktu kepada Pemkot Bontang di minggu kedua bulan Januari 2017.

Waktu tersebut merupakan waktu yang bisa ditoleransi FKPB dan tak ada toleransi waktu lainnya. Pun, jika Pemkot Bontang masih belum memenuhi kewajibannya untuk membayar pihak ketiga dalam hal ini kontraktor. Maka FKPB akan membuat gerakan untuk menuntut haknya.

Ketua FKPB, Frans Mikha, kontraktor CV Theona Abadi mengatakan, tertundanya pembayaran dari kegiatan yang telah diselesaikan para kontraktor sangat berdampak buruk bagi mereka.

Pasalnya, beban mereka semakin banyak. Mulai dari pembayaran pajak, yang sebelumnya telah dilaporkan para kontraktor melalui e-faktur, pembayaran kredit ke perbankan serta risiko terburuknya yakni ‘melayangnya’ aset yang dimiliki atau dijaminkan para kontraktor ke bank.

“Risiko-risiko itu, apa pemerintah mau menanggungnya untuk kami? Karena itu sebenarnya ulah pemerintah yang belum membayar pekerjaan yang sudah kami selesaikan,” jelas Frans membuka acara konferensi pers di salah satu kafe, Senin (2/1) kemarin.

Mengenai pajak saja, karena pihaknya sudah melaporkan, sementara bukti pembayaran pajaknya belum ada, maka Frans mengaku khawatir dianggap sebagai pajak fiktif. Yang berakibat terbitnya SPT tahunan mereka.

Padahal, salah satu persyaratan mengikuti lelang kegiatan harus melampirkan SPT tahunan. Sedangkan urusan dengan perbankan, mungkin mereka mulai menarik jaminan yang dijaminkan oleh para kontraktor, seperti rumah, mobil atau lainnya. “Belum lagi utang material, juga sisa gaji terakhir tukang yang belum terbayar, itu pasti kami akan dikejar terus, dan ini membuat kami berada di posisi tidak nyaman,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Frans mengaku, membentuk forum tersebut untuk mendesak Pemkot Bontang agar membayar kontraktor di minggu kedua Januari 2017. Pihaknya tidak membutuhkan pertemuan, tetapi pembayaran segera dilakukan.

loading...