Waspada!!! Selama 2016, Korban Cabul di Kutim Meningkat

106
PRESTASI: Berbagai kasus berhasil diungkap Polres Kutim dalam rangka menjaga kamtibmas di daerahnya. Para penjahat berikut barang buktinya berhasil diamankan selama 2016. (Dok/Radar Kutim)

 

 

SANGATTA – Kasus pencabulan mendapat atensi khusus dari kepolisian. Di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), kasus pencabulan mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Dari lima kasus yang dilaporkan selama 2015, justru meningkat tajam menjadi 25 kasus pada 2016.

Dari 25 laporan pencabulan yang masuk ke meja polisi, 21 di antaranya berhasil diungkap. Sedangkan empat kasus menjadi pekerjaan rumah (PR) polisi di tahun 2017 ini. Jika pencabulan meningkat, kasus seksual lainnya stagnan. Pemerkosaan tetap satu kasus, sedangkan perzinahan turun dari satu kasus menjadi nihil.

Tak hanya pencabulan, kasus pencurian juga mendapat atensi. Untuk kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), tercatat 24 laporan dan 13 pengungkapan pada tahun 2016. Kemudian, pencurian biasa mencapai 39 kasus, pencurian dengan pemberatan (curat) sembilan kasus, serta pencurian dengan kekerasan (curas) sembilan kasus.

“Kasus tertinggi memang pencurian biasa dengan 39 laporan. Namun, yang menonjol adalah pencabulan dan curanmor,” kata Kapolres Kutim AKBP Rino Eko, Sabtu (31/12) kemarin.

Dia mengaku prihatin atas meningkatnya jumlah kasus pencabulan selama 2016. Pasalnya, peningkatan kasus, naik cukup signifikan dari tahun sebelumnya. Mirisnya, selain menjadi korban, beberapa di antara pelaku juga masih berstatus anak di bawah umur.

“Perhatian dan pengawasan orang tua memegang peranan penting untuk mencegah atau meminimalisir terjadinya kasus pencabulan terhadap anak. Harapan kami, orang tua agar lebih peduli,” sebutnya.

Sementara untuk kasus curanmor, lanjut Rino, meski masih menonjol, namun jika melihat jumlah kasusnya, justru mengalami penurunan. Bahkan dari 24 laporan yang masuk, 16 di antaranya berhasil diselesaikan dengan mengamankan 12 tersangka, dan 24 unit sepeda motor.

“Keberhasilan ini (menekan kasus curanmor, Red.)  tidak lepas dari dukungan masyarakat yang ikut aktif mengamankan wilayahnya dengan memaksimalkan Polmas (Polisi Masyarakat). Sehingga, segala bentuk ancaman kejahatan bisa diminimalisir,” ujar Rino.

1
2
3
BAGIKAN
loading...