Bencana Tewaskan 522 Orang

102
DAMPAK BANJIR: Sepasang suami istri mencari barangnya yang masih bisa dipakai pasKa terjadi banjir bandang susulan di Kelurahan Penaraga, Kota Bima, NTB, Sabtu (24/12). (JPG)

Perlu lebih sadar dan waspada bencana

JAKARTA – Bencana sepanjang 2016 meningkat cukup drastis dibandingkan 2015. Mulai dari jumlah kejadian hingga korban jiwa akibat bencana. Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana perlu ditingkatkan lagi.

Data hasil evalusi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukan jumlah kejadian 2.342 kali dengan dominasi bencana hidrometrologi. Misalnya, banjir, longsor, dan puting beliung. Jumlah tersebut naik 35 persen dibandingkan 2015 yang hanya ada 1.732 kali. Korban jiwa pun meningkat dari 340 orang pada 2015, menjadi 522 orang sepanjang tahun ini. (Selengkapnya lihat grafis)

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan peningkatan tersebut dipicu oleh musim penghujan yang hampir sepanjang tahun. Bahkan, kemarau pun masuk kategori kemarau basah. ”Tapi (jumlah bencana) naik ini juga karena pendataan kami yang lebih baik,” ujar dia di kantor BNPB di Jakarta, kemarin (29/12).

Selain itu, kewaspadaan masyarakat terhadap bencana juga harus ditingkatkan lagi. Dia mencontohkan Kabupaten Bojonegoro sebagai salah satu daerah yang memilih jalan mengakrabi banjir. Masyarakat setempat diajak untuk waspada dan siap hadapi banjir. Sebab, hampir tidak mungkin Bojonegoro lepas dari banjir tahunan. Lantaran, menerima limpahan air dari 16 kabupaten/kota lain. ”Anak-anak SD wajib bisa renang. Di sekolah dibangunkan kolam renang,” ujar Sutopo.

Dia juga mencontohkan banjir bandang di Kota Bima, NTB pekan lalu. Tidak ada satu korban jiwa pun dalam musibah tersebut. Sebab, informasi datangnya banjir bandang itu tersebar dengan cepat sehingga warga bisa mengantisipasi. ”Rupanya masyarakat punya grup-grup whatsapp. Sehingga informasi bisa tersebar cepat,” tambah dia.

Lebih lanjut, Sutopo menuturkan pada 2017diprediksi jumlah bencana tidak akan sebanyak tahun ini. Sebab, berdasarkan prakiraan cuaca BMKG la nita dan el nino tidak akan sekuat tahun ini. sehingga diprediksi curah hujan akan normal. Begitu pula musim kemarau juga akan relatif normal juga. ”Tapi itu bisa saja berbalik, sangat tergantung pada perkembangan kondisi cuaca tentunya,” ujar Sutopo.

loading...