Januari, Dana untuk Guru Agama Cair

89
BERI PERNYATAAN: Kabag Sosek Pemkot Bontang, Taufik Idris memberikan pernyataan keterlambatan pencairan dana kepada perwakilan organisasi keagamaan, Kamis (29/12).(Muhammad Zulfikar/Bontang Post)

 

BONTANG – Para ustaz, guru sekolah minggu, imam dan penjaga masjid, pendeta, serta pandita dan guru agama Hindu tampaknya harus bersabar. Pasalnya, uang transport yang biasa di dapatkan tiap 3-6 bulan terakhir, untuk saat ini harus tersendat.

Mulai Juli lalu, sekitar 2.136 orang yang berhak menerima uang transport inipun belum mendapatkan dana tersebut. Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Sosial dan Ekonomi Pemkot Bontang, Taufik Idris di hadapan perwakilan organisasi keagamaan yang mewakili para penerima dana tersebut, Kamis (29/12) di Pendopo Rujab Wali Kota.

Rapat yang semula tertutup antara Bagian Sosial dan Ekonomi bersama perwakilan pengurus organisasi keagamaan akhirnya dinyatakan terbuka setelah Bontang Post meminta izin meliput rapat tersebut.

Beberapa perwakilan organisasi keagamaan yang hadir di antaranya dari Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Lembaga Dakwah Nadhlatul Ulama (LDNU), Forum Silaturahmi Imam Masjid (Fosima), Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG), Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), Parisade Hindu Dharma Indonesia (PHDI), dan Badan Koordinasi Dakwah Indonesia (BKDIB).

Meski ada keterlambatan transfer dana dari pusat ke daerah, namun Taufik menjelaskan sekitar Januari-Februari 2017 uang transport tersebut akan kembali disalurkan. “Kalau Januari sudah cair, langsung segera diproses melalui pengurus organisasi yang hadir saat ini,” ujar Taufik.

Dana yang disalurkan dari pengurus, lanjut Taufik baru akan diteruskan kepada para penerima yang berhak mendapatkannya. Pemkot Bontang pun hanya tinggal menerima laporan dari masing-masing organisasi keagamaan yang diserahi tanggungjawab untuk membagikannya kepada para penerima. Dana yang dianggarkan oleh pemerintah pun tetap sama seperti sebelumnya. “Tidak ada potongan. Di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) sekitar Rp 5 miliar,” jelasnya.

1
2
BAGIKAN
loading...