Bahaya, Ahli Maksiat Bergelimang Nikmat

97
Oleh: Ust. Ahmad Thoyyibb Anggota KMM (Korp Mubaligh Muhammadiyah)

 

Suatu hari umar mendatangi rumah Nabi SAW. Dan beliau sedang tidur di atas dipan yang terbuat dari serat, sehingga terbentuklah bekas dipan tersebut di kulit beliau. Tatkala Umar melihat itu, maka iapun menangis. Nabi yang melihat Umar menangis kemudian bertanya, “Apa yang engkau tangisi wahai Umar?”

Umar menjawab, “Sesungguhnya bangsa Persia dan Roma di berikan nikmat dunia yang sangat banyak, sedangkan engkau dalam keadaan seperti ini?”

Nabi pun berkata, “Wahai Umar, sesungguhnya mereka adalah kaum yang Alloh segerakan kenikmatan kehidupan.” (HR.Bukhari)

Allah SWT. Berfirman:

“Dan janganlah sekali-kali orang kafir itu mengira bahwa pemberian tangguh kami kepada mereka itu ada lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya kami memberi tangguh kapada mereka, hanyalah supaya mereka bertambah berbuat dosa. Dan bagi mereka di sediakan siksaan yang menghinakan.”(QS: Ali-Imran: 178)

Kisah dan kutipan ayat di atas menunjukan, bahwa orang-orang kafir ada yang di segerakan nikmatnya oleh Allah di dunia, hingga kelak mereka mati, mereka tak akan bisa mengelak dari adzab yang tak terperi. Sebagian lagi di siksa sekonyong-konyong di dunia setelah tadinya di bukakan kesenangan atasnya.

Hal ini menjawab kebingungan sebagian orang yang menyaksikan pemandangan yang seakan bertolak belakang dengan nalar, kenapa ada orang yang taat yang hidupnya susah, dan kenapa ada ahli maksiat yang bergelimang dengan nikmat.

Lebih detail lagi mari kita salami keadaan manusia dari sudut pandang taat dan nikmat. Maka kita akan dapati ada empat kelompok; ada insan yang taat dan hidupnya sejahtera, ada yang hobi maksiat dan hidupnya menderita, ada yang taat namun hidupnya tak sepi dari cobaan berat, dan ada yang hobi maksiat namun hidup berkecukupan dan tampak sejahtera.

1
2
3
BAGIKAN
loading...