Lima Korban Selamat Masih Proses Pemulihan

572
Polisi melakukan evakuasi jenazah korban perampokan di Pulomas, Jakarta Timur. Foto: Jawa pos

JAKARTA – Tangis Almyanda Saphirra pecah begitu tiba di Rumah Sakit Kartika Pulomas, Jakarta Timur Selasa sore (27/12). Mantan isteri Dodi Triono, korban dugaan perampokan di Jalan Pulomas Utara, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung itu tidak kuasa menahan duka lantaran keluarganya menjadi korban. Terlebih dua anak kandungnya, Diona Arika Andra Putri dan Dianita Gemma Dzalfayla ditemukan sudah tidak bernyawa. Padahal keduanya masih sangat muda. Diona -panggilan Diona Arika Andra Putri- masih berusia 16 tahun. Sedangkan Gemma -panggilan Dianita Gemma Dzalfayla- berumur sembilan tahun.

Berulang kali, perempuan yang akrab dipanggil Phirra itu memohan maaf kepada kerabat serta saudara yang sudah  lebih dulu sampai di Rumah Sakit Kartika Pulomas. “Maafin almarhum (Dodi Triono) dan anak-anak saya,” ucap dia lirih. Untaian doa serta ucapan belasungkawa terdengar setiap kali Phirra memeluk kerabat dan saudaranya. Tangis Phirra yang tidak kunjung berhenti membuat suasana duka kian terasa. Seisi ruang tunggu rumah sakit yang terletak di Jalan Pulomas Timur pun turut menangisi kepergian Dodi dan anak-anaknya. “Mohon doa dari semua,” Phira meminta.

Pelan-pelan dia mengungkapkan kabar terakhir yang diterima dari Gemma. Menurut Phira beberapa jam sebelum kejadian pada Senin sore (26/12), dia sempat berkomunikasi dengan anak bungsunya tersebut. “Terakhir anak saya bilang i love you. Kangen Mama. Mama Gemma sudah belajar salat,” kenangnya. Itu adalah kalimat terakhir yang dia dengar langsung dari Gemma. Sama sekali tidak ada firasat buruk yang dia rasakan. Sebab, bersama Dodi -panggilan Dodi Triono-, Gemma selalu baik-baik saja. Begitu pula Diona dan Zanette Kslila Azaria. Dodi amat sayang kepada tiga anak tersebut.

loading...