Lapas Bontang Makin Sesak, Overload Hingga 309 Orang

323
LEBIHI KAPASITAS: Jumlah warga binaan di Lapas Kelas III Bontang membeludak.(DOK/BONTANG POST)

BONTANG – Kondisi Lapas Kelas III Bontang makin sesak karena sudah melebihi kapasitas (overload). Saat ada 685 warga binaan termasuk 1 bayi yang menghuni Lapas, sementara kapasitasnya hanya 376 orang. Artinya, ada kelebihan 309 orang.

Karena itulah, Kepala Lapas Kelas III Bontang, Heru Yuswanto melalui Kepala Admisi dan Orientasi, Agus Salim mengatakan, Lapas Bontang saat ini membutuhkan tambahan Sumber Daya Manusia (SDM). “Dominasi warga binaan dari kasus narkoba,” jelasnya saat ditemui belum lama ini.

Agus menyatakan, dari 685 penghuni Lapas, hampir 75 persen dihuni warga Kutai Timur (Kutim). Sementara, petugas Lapas hanya 28 orang, termasuk kepala Lapas.

Meski kekurangan SDM, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, petugas melakukan pendekatan kepada warga binaan. “Kami rutin melakukan pembinaan juga setiap pagi untuk napi laki-laki,” ujarnya.

Dengan kondisi overload ini, Agus mengatakan banyak warga binaan yang meminta pindah kamar. Karena ada yang merasa tidak nyaman atau lainnya. Pasalnya, setiap kamar di Lapas saat ini sudah diisi oleh 15-20 orang warga binaan.

Padahal, kapasitas 1 kamar hanya berkisar 6 sampai 10 orang. “Dengan kamar ukuran 3×6 itu 5 orang sampai 6 orang sudah cukup, 10 orang sudah termasuk layak, tetapi karena over, maka 20 orang pun masuk,” ungkapnya.

Perasaan was-was pun selalu ada di setiap hati para petugas Lapas. Dirman, salah satu regu penjaga Lapas mengatakan, 1 regu hanya 3 orang menjaga 685 orang. “Kami memang ada 4 regu, tetapi dibagi shift dan 1 shif libur,” ujarnya.

Sementara untuk warga binaan perempuan dihuni sebanyak 43 orang yang tetap didominasi kasus narkoba. Untuk tindak pidana korupsi (tipikor) hanya baru terisi 7 orang dari 8 kamar yang tersedia. “Tipikor ini harus terpisah sendiri, makanya dibedakan,” imbuhnya.

1
2
BAGIKAN
loading...