Konsisten dengan Rasa, Ajarkan Ketekunan dalam Usaha

105
Abdul Galib  (Muhammad Zulfikar/Bontang Post)

Siapa yang tak mengenal gammi bawis? Makanan khas Kota Taman ini sudah mendunia hingga terbang ke Amsterdam, Belanda. Namun, siapa yang mengenal salah satu pelopor gammi bawis di Bontang hingga eksis saat ini?

Muhammad Zulfikar Akbar, Bontang

ABDUL Galib menjadi pelopor berdirinya restoran yang berdiri di tengah laut. Sebelum rumah makan Anjungan Indah berdiri pada 1996, sedianya Galib sudah punya jiwa bisnis sejak mengelola toko sembako di 1991 saat dirinya masih berada di Sangatta. Usai menikah dengan Rusdiana, dirinya pun sempat pindah ke Jalan Ahmad Yani, yang kini lahannya ditempati sebagai taman rekreasi wahana air di Bontang. “Saya ke Bontang Kuala (BK) 1993. Sama seperti dulu, masih jualan toko sembako,” ujar Galib.

Melihat potensi yang besar di kampung atas air ini, membuat Galib berpikir untuk membuat restoran di atas air. Pada 1995, Galib mulai membangun restorannya yang berada di ujung BK ini. Namun, halangan mulai muncul saat restorannya hampir rampung dan menyisakan akses jembatan sebagai penghubung. Alasan politik yang berseberangan di masa orde baru, membuat izin membangun jembatan tidak turun dari pemerintah kala itu. “Karena waktu itu Golkar sedang berkuasa, sedangkan saya dari PDIP,” tambahnya.

Jembatan penghubung yang hampir rampung pun, terpaksa dibongkar kembali. Alhasil, rumah makan Anjungan Indah ini berdiri di tengah-tengah laut. Listrik dari PLN pun tak dapat mengalir ke restorannya, karena ketiadaan jalan akses menuju ke sana. “Jadi waktu 1996 hanya pakai genset. Dari BK ke restoran juga pakai perahu,” ungkap Galib.

Hampir dua tahun lamanya Galib mengoperasikan restorannya dengan seadanya, tanpa jembatan penghubung dan hanya menggunakan perahu. Namun hal tersebut tak menyurutkan niatnya untuk menjalankan usahanya. Malahan, makin banyak masyarakat yang menjadi pelanggan tetapnya. Berbagai pesanan pelanggan yang mesti diantarnya pun harus menggunakan perahu terlebih dahulu. “Saya juga harus standby kalau hujan, biar perahunya tidak penuh sama air, he he,” selorohnya.

1
2
3
4
BAGIKAN
loading...