Pipa Intake Patah, PDAM Bengalon Stop Produksi 

64
DIPERBAIKI: Kondisi pipa intake IPA Bengalon yang tengah dalam proses perbaikan. (Foto: Ist)

 

SANGATTA – Sebanyak 983 pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tuah Benua di Kecamatan Bengalon, sejak Senin (26/12) kemarin mengalami krisis air bersih. Pasalnya, Intalasi Pengolahan Air (IPA) di wilayah tersebut berhenti berproduksi. Penyebabnya, pipa pompa intake mengalami kerusakan akibat termakan usia. Proses perbaikan pun diperkirakan baru dapat selesai satu atau dua hari kedepan.

“Sejak kemarin IPA Bengalon stop produksi. Karena pipa intakenya patah. Setelah kita periksa bagian dalam pipa yang kropos. Sekarang masih dalam proses perbaikan. Mudah-mudahan bisa cepat selesai,” ucap Direktur Utama PDAM Tirta Tuah Benua Aji Mirni Mawarni, Selasa (27/12) kemarin.

Dia mengakui, sebelum adanya penghentian produksi, dalam dua bulan terakhir pelayanan distribusi air bersih ke pelanggan sebenarnya sudah dilakukan penggiliran. Penyebabnya, karena kapasitas produksi IPA yang terpasang yakni sebesar 15 liter perdetik belum dapat beroperasi maksimal.

“Setelah IPA kapasitas 5 liter perdetik dari unit lama kita mobilisasi ke unit baru, total kapasitas memang naik menjadi 15 liter perdetik. Masalahnya, pompa intake yang terpasang kapasitasnya hanya 10 liter perdetik. Sehingga tidak maksimal. Makanya, kami juga masih melakukan order pompa intake,” jelasnya.

Sementara untuk jadwal penggiliran, dibagi menjadi tiga wilayah.  Wilayah 1, yakni Jalan Awang Long, Sebangkok , dan Jalan 10 November distribusi dilakukan pada hari Selasa hingga Kamis. Kemudian, wilayah 2 di kawasan Sepaso Timur distribusi dilakukan mulai Jumat hingga Sabtu. Sedangkan untuk Jalan Mulawarman, Poros arah Polsek Bengalon hingga Sepaso Bara, distribusi dilakukan pada  hari Minggu hingga Senin.

“Langkah ini terpaksa kita lakukan selama proses pemesanan pompa intake. Karena jumlah pelanggan yang meningkat membuat kapasitas produksi tak seimbang. Tapi kalau sudah beroperasi maksimal 15 liter perdetik, kita pastikan tidak ada penggiliran lagi,” harap Mawar. (aj)

1
2
BAGIKAN
loading...