Kemendagri Tunda PAW Andi Harun, Ini Alasannya

866
ANDI HARUN--- KALTIMPOST

SAMARINDA-Pemecatan anggota DPRD Kaltim Andi Harun yang berujung pergantian antarwaktu (PAW) di parlemen berjalan ketat. Menyusul gugatan bernomor 141/Pdt.G/2016/PN Smr yang dilayangkan pada 27 Oktober 2016, kini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga mengeluarkan rekomendasi. Untuk sementara, posisi politikus Golkar yang dijuluki AH itu di atas angin.

Dalam surat bernomor 161.64/10083/OTDA tertanggal 21 Desember 2016, Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri, Sumarsono, menginstruksikan agar proses PAW dilaksanakan setelah gugatan yang diajukan AH memiliki putusan final dan mengikat dari lembaga peradilan.

Mantan calon wali kota Samarinda itu pun menyambut hangat instruksi Kemendagri. Surat tersebut bakal dilampirkan sebagai bukti baru gugatan yang tengah diajukan di PN Samarinda. Sebagaimana diketahui, AH berupaya mengadang keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar yang memecatnya.

Melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Kaltim 161.4/6097/Pem.A/2016 tertanggal 24 November 2016, dia meminta PAW ditunda lantaran adanya gugatan yang tengah diproses di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda.

Proses PAW di DPRD Kaltim, dinilainya sejak awal telah melewati tahapan yang salah. “Karena memang norma hukumnya harusnya demikian. Surat dari Kemendagri ini akan bermanfaat terhadap perkara saya di PN,” tuturnya, kemarin (26/12). “Surat ini bisa menjadi alat bukti kalau dugaan tindakan Haji Syahrun (ketua DPRD Kaltim) selaku ketua dewan telah melawan hukum,” sambungnya.

Wakil ketua KONI Kaltim ini menuding jika ada pihak tertentu yang memanfaatkan jabatannya sebagai pimpinan untuk kepentingan segelintir pihak. Caranya, dengan membuat surat ke Kemendagri. Padahal, SK Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak jelas memaparkan aturan agar menunda sementara PAW hingga gugatannya berkekuatan hukum tetap alias inkracht.

Di tempat terpisah, Abdurahman Alhasani yang akan menggantikan posisi AH di DPRD Kaltim mengaku tidak repot dengan kemelut yang terjadi. “Enggak jadi soal. Ikuti aturan saja,” katanya saat ditemui di kediamannya, Jalan Harun Nafsi, Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang, kemarin.

1
2
BAGIKAN
loading...