Warga Resah, Soetta Rawan Begal

66
RAWAN KEHAJATAN: Kondisi Jalan Soetta yang sepi dan minim penerangan menjadi ancaman bagi pengendara yang melintas dari aksi kejahatan. (Foto: Fahrul Razi/Radar Kutim)

Kasus Pertama dialami Agustina Palulu yang jatuh di Jalan Soekarno Hatta, Jumat 23 September 2016 lalu. Warga Jalan Melon Dusun Kampung Tator Desa Swarga Bara yang bekerja di RSUD Kudungga itu terjatuh setelah diserempet seseorang. Saat mempertahankan tasnya, korban sempat mendapat pukulan dari pelaku. Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka lecet dibagian tangan, punggung dan lulut. 

Kasus Kedua, dialami Susana Latif (43) yang ditemukan tergeletak di Jalan Soetta, Selasa 4 Oktober 2016, pukul 05.30 Wita. Saat itu kondisi korban sudah dalam keadaan meninggal, karena mengalami luka parah dibagian kepala. Sebelum kejadian, korban rencananya akan berangkat bekerja di kawasan perumahan karyawan KPC di Batu Putih. Dari keterangan Satlantas Polres Kutim diketahui, korban terjatuh akibat lupa menaikkan standar kendaraan yang digunakannya, sampai akhirnya terjatuh. Namun, kejanggalan muncil dari keluarga korban. Mengingat, seluruh barang berharga yang dibawa korban raib dari TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Kasus Ketiga, dialami Winarsih (35) yang juga ditemukan tergeletak di Jalan Soetta, Selasa 20 Desember 2016, sekira pukul 06.30 Wita. Korban yang mengalami luka dibagian kepala sempat dalam kondisi kritis saat dibawa ke RSUD Kudungga. Sempat beredar kabar, kalau warga Gang Damai, Kelurahan Teluk Lingga tersebut merupakan korban dugaan kasus pembegalan. Karena, saat ditemukan handphone dan beberapa barang berharga milik korban telah raib. Namun, setelah dilakukan penyelidikan, Polres Kutim berhasil menemukan barang tersebut yang dikembalikan warga yang menolong korban. Hal ini juga dikuatkan dari pengakuan korban yang setelah sadar mengaku saat kejadian tiba-tiba merasa pusing dan matanya gelap. Setelah itu, korban tak sadarkan diri. 

Sumber Data Bank Data Radar Kutim

1
2
3
BAGIKAN
loading...