Banjir Hilang, Gempa Bumi Datang

178
DAMPAK BANJIR: Sepasang suami istri mencari barangnya yang masih bisa dipakai pasKa terjadi banjir bandang susulan di Kelurahan Penaraga, Kota Bima, NTB, Sabtu (24/12). (JPG)

Duka Bima Belum Berakhir

MATARAM-Belum hilang trauma dari banjir bandang, Bima kembali diguncang gempa bumi tektonik, Minggu (25/12) kemarin. Hasil analisis BMKG menunjukkan, gempa bumi terjadi pada pukul 14:23:57 Wita. Kekuatan gempa 3,7 Skala Richter dengan episenter terletak pada koordinat 8.28 LS dan 119.04 BT, pada kedalaman 10 km.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto menerangkan, dampak gempa bumi berupa guncangan lemah dirasakan di daerah Bima dalam skala intensitas II SIG BMKG atau (II-III MMI). Di daerah ini guncangan gempa bumi dirasakan beberapa orang.

Ditinjau dari kedalamannya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal dan tidak berpotensi tsunami. Karena itu, masyarakat diimbau tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG. “Warga Kota Bima jangan terpancing isu karena gempa bumi yang terjadi ini tidak berpotensi tsunami,” tandas Agus.

Sementara itu, pascabanjir sebagian warga mulai kembali ke rumah untuk bersih-bersih dan mengamankan harta yang bisa diselamatkan. Tapi kerugian akibat banjir mencapai Rp 979,3 miliar lebih. Nilai ini diperkirakan masih bisa bertambah, sebab proses pendataan masih terus dilakukan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB H Muhammad Rum mengatakan, banjir bandang yang terjadi beberapa hari berturut-turut (tanggal 21 dan 23 Desember), menyebabkan beberapa rumah dan fasilitas umum mengalami rusak parah.

Dikatakan, saat ini banjir sudah berangsur surut dan warga mulai bisa beraktivitas. Pos pengungsian berada di 19 titik dengan total pengungsi 6.030 orang. Dengan rincian Kelurahan Penaraga di masjid Baitul Hamid sebanyak 900 jiwa, Kelurahan Lewirato di masjid Nurul Iman 250 jiwa, Kelurahan Lewirato di KPN Bima 250 jiwa, Kelurahan Lewirato di kos-kosan lewirato 50 jiwa, Kelurahan Lewirato di lantai II SMPN 1 250 jiwa, Kelurahan Monggonao di mesjid An-Nur Monggonao 700 jiwa, Kelurahan Monggonao di SDN 2 Monggonao 30 jiwa, Kelurahan Monggonao di rumah H Anas 20 jiwa, Kelurahan Monggonao di masjid Al- Huda Karara 500 jiwa, Kelurahan Penatoi di ruko dekat KPU 300 jiwa, Kelurahan Penatoi di Masjid Penatoi 800 jiwa, Kelurahan Sadia di masjid Al-Hidayah Sadia 180 jiwa, Kelurahan Paruga di Masjid Sultan Salahudin 250 jiwa.

1
2
3
4
5
BAGIKAN
loading...