Tenaga Kerja Asing Dibutuhkan

98
Ilustrasi

Untuk Proyek Infrastruktur dengan keahlian khusus

JAKARTA – Keberadaan tenaga kerja asing tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, Indonesia pun masih butuh tenaga kerja asing terutama untuk sektor-sektor yang mendesak terealisasi. Seperti proyek pengerjaan pembangunan pembangkit listrik.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan memang ada tenaga kerja asing (TKA) yang cukup banyak di sektor infrastruktur, listrik, dan smelter bahan tambang. Diantarnaya direkrut langsung dari Tiongkok. Tapi, dia beralasan kalau sektor-sektor tersebut belum tersedia cukup banyak tenaga kerja dalam negeri. ”Pekerja Indonesia belum menguasai bidang itu,” ujar JK.

Dia menuturkan perusahaan tentu tidak mungkin harus melatih terlebih dahulu pekerja asal Indonesia. Pelatihan untuk mengasah keterampilan tentu butuh waktu. Padahal, disatu sisi, pekerjaan infrastruktur seperti listrik butuh waktu yang cepat.

”Anda semua juga menuntut infrastruktur selesai, listrik cepat selesai. Nah kalau melatih dulu baru bekerja kapan itu selesainya, listrik itu contohnya,” tambah JK.

Selain itu yang menjadi kendala adalah faktor teknis. Rata-rata pengerjaan pembangkit listrik, misalnya, dikerjakan oleh kontraktor. Investor bisa jadi termasuk pemerintah biasanya hanya terima beres. Nah, di lapangan ternyata berbagai peralatan yang harus dipasang itu butuh keahlian khusus.

Bahkan, bahasa di petunjuk manual peralatan itu juga menggunakan basaha mandarin misalnya. ”Orang bugis melihat bahasa Cina, bagaimana caranya bekerja,” kata pria asal Makassar itu lantas tersenyum.

Dalam perhitungan kasar JK, jumlah pekerja asing yang masuk Indonesia itu sekitar 17 ribu orang. Lebih sedikit dari hitungan resmi pemerintah, yakni 21 ribu. Tentu, jumlah tersebut jauh lebih besar dari penduduk tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri yang mencapai lebih dari 2 juta orang.

1
2
3
BAGIKAN
loading...