Empat Anggota TNI-AL Dicari hingga Filipina

77
Ilustrasi

Kerahkan Heli dan Kapal Perang

JAKARTA – Upaya pencarian terhadap empat anggota TNI-AL yang hilang saat bertugas di perairan Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, sejak pertengahan bulan ini belum membuahkan hasil. Tim pencari dari TNI-AL memperluas area pencarian hingga pulau-pulau di sekitar perairan itu.

Kepala Dinas Penerangan TNI-AL Laksma TNI Gig J.M. Sipasulta mengatakan, faktor cuaca yang masih buruk di perairan Kepulauan Talaud, lokasi hilangnya empat prajurit tersebut, menjadi kendala bagi tim pencari. Karena itu, TNI-AL akan mengerahkan kekuatan tambahan yang berupa kapal perang dan helikopter.

”Dengan melihat kondisi cuaca dan geografis di lokasi serta pertimbangan operasional, TNI-AL mengerahkan tambahan unsur LPD KRI dr Soeharso-990 (kapal rumah sakit, Red) dengan satu heli Bell dan satu heli BO-105 (onboard) yang rencananya akan digunakan sebagai kapal markas,” jelas Gig.

Selain mengerahkan armada tambahan, mantan komandan KRI Dewaruci tersebut mengatakan bahwa area pencarian empat awak KRI Layang-635 itu diperluas. Pihaknya juga melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah (pemda) setempat dalam upaya tersebut. ”Pencarian juga dilaksanakan di darat pada pulau-pulau di sekitar lokasi dengan melibatkan semua unsur Lanal (Pangkalan TNI-AL, Red) Melonguane, Morotai, Posal Tobelo, dengan bantuan dari pemda dan masyarakat sekitarnya,” ujarnya.

Empat prajurit TNI-AL yang hilang adalah Letda Laut (P) Faisal Dwi A.R., Serda Mes Rizky Dwi Zeptianto, KLK Amo Dian Mahendra, dan KLD Isy Badnur Rohim. Sebelum dilaporkan hilang pada 14 Desember lalu, mereka berada di atas kapal ikan asing (KIA) Nurhana yang berbendera Filipina bersama tiga awak kapal tersebut. Para prajurit itu diperintahkan untuk membawa atau mengawal KIA Nurhana ke pangkalan terdekat dari perairan Kepulauan Talaud, yakni Lanal Melonguane. Sebab, kapal itu masuk wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara ilegal.

1
2
BAGIKAN
loading...