Bajak Pesawat, Sandera Penumpang 4 Jam

68
Ilustrasi

VALLETTA – Setelah lebih dari empat jam menyandera pesawat Afriqiyah Airways dan seluruh penumpang serta krunya, dua pembajak akhirnya menyerah. Kemarin (23/12) dua pria yang mengaku sebagai loyalis almarhum Moammar Kadhafi itu menuruni tangga pesawat sambil angkat tangan. Kini duo pembajak asal Libya itu ditahan dan diinterogasi untuk mengetahui motif aksi mereka.

’’Dua pria yang membajak pesawat domestik Libya dan mengalihkannya ke Malta telah menyerahkan diri,” tulis Perdana Menteri (PM) Joseph Muscat dalam akun Twitter resminya. Informasi awal menyebutkan bahwa dua pria yang ditaksir berusia sekitar 20 tahun hendak mencari suaka politik di Malta.

Kemarin pesawat yang lepas landas dari Kota Sabha itu dibajak saat dalam penerbangan menuju Kota Tripoli. Para pelaku memaksa pilot mengalihkan penerbangan ke Republik Malta yang berjarak 500 kilometer dari pesisir utara Libya. Sekitar dua setengah jam kemudian pesawat yang mengangkut 118 penumpang dan kru tersebut mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Malta.

Setelah hampir satu jam berada di landasan pacu, pintu pesawat akhirnya terbuka. Sejumlah penumpang tampak keluar dari pesawat satu per satu. Mereka lantas menuruni tangga pesawat. Rombongan pertama penumpang yang dibebaskan dari pesawat Airbus A230 tersebut terdiri atas perempuan dan anak-anak. Termasuk satu-satunya bayi yang tercatat sebagai penumpang.

Proses negosiasi kembali berlangsung. Tidak lama kemudian pembajak membebaskan penumpang yang ditahan di pesawat. Dalam hitungan jam, secara bertahap, seluruh penumpang pesawat bebas. ”Pihak Afriqiyah Airways melaporkan bahwa pesawat itu mengangkut 111 orang yang terdiri atas 82 pria, 28 perempuan, dan seorang bayi,” terang Muscat. Kru pesawat tujuh orang.

Menurut Muscat, dua pembajak yang mengaku sebagai loyalis almarhum pemimpin Libya Moammar Kadhafi tersebut sempat menahan para kru lebih lama. Mereka berencana melarikan diri menggunakan pesawat jika negosiasi gagal. Tapi, mereka juga bisa langsung meledakkan pesawat dengan granat yang mereka bawa. Namun, keduanya memilih menyerah.

1
2
BAGIKAN
loading...