Jangan Abaikan Kesehatan Gigi Anak 

45
PERIKSA GIGI: Perlu adanya pencegahan terhadap resiko kerusakan pada gigi anak, salah satunya dengan rajin periksa kesehatan gigi. (IST)

BONTANG – Menjaga kesehatan gigi anak merupakan salah satu hal yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Sebagian orangtua memang menganggap wajar jika seorang anak mempunyai gigi rusak. Namun sebenarnya hal itu tidak baik untuk kesehatan gigi dan mulut anak jika dibiarkan terlalu lama.
Ada banyak dampak yang dapat ditimbulkan oleh kerusakan pada gigi anak, salah satu di antaranya ialah berubahnya bentuk mulut dan tatanan gigi pada saat anak dewasa nanti. Maka dari itu, perlu adanya pencegahan terhadap resiko kerusakan pada gigi anak-anak agar tetap dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut serta memberikan hasil yang baik bagi anak-anak. Hal ini akan sangat bermanfaat bagi anak terlebih saat mereka dewasa karena pada umumnya. Kesehatan dan kebersihan mulut serta gigi menjadi salah satu penunjang rasa percaya diri paling utama, terlebih saat masa remaja.
Dokter Gigi di RS Badak KSO-BP Atik Suhargiati mengatakan, hingga saat ini sudah terdapat banyak kasus mengenai kerusakan gigi pada anak. Kerusakan gigi pada anak saat ini sudah menjadi salah satu ancaman terbesar dalam kesehatan anak setelah asma dan demam. Kejadian seperti ini sebagai akibat dari kelalaian orangtua dalam menjaga kesehatan gigi anak. Padahal, kesehatan gigi dan mulut yang baik pada orang dewasa juga tergantung pada keadaan gigi dan mulut mereka saat masih kanak-kanak.
“Mengingat efek jangka panjang yang dapat dirasakan anak-anak kita kelak terkait dengan gigi dan mulut mereka, maka sebagai orangtua kita perlu mengantisipasi risiko tersebut sedini mungkin,” ujarnya.
Dokter yang biasa disapa Atik ini menyatakan ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu buah hati menjaga kesehatan gigi dan mulut. Pertama, mengenalkan pentingnya perawatan gigi sejak dini, yakni sejak anak memiliki gigi pertama kali. Para orangtua dapat membiasakan menyikat gigi dengan baik dan benar setidaknya dua kali sehari.
“Jika anak baru mempunyai satu gigi, kita dapat memulainya dengan menggunakan kain kasa yang lembut untuk membersihkan gigi mereka. Lalu setelah tumbuh gigi berikutnya kita dapat mengajarkan mereka menggunakan sikat gigi,” jelasnya.
Langkah berikutnya dengan meminimalisir sebisa mungkin penggunaan botol susu dan empeng bayi, terutama saat akan tidur agar sisa-sisa susu tidak tertinggal di gigi dan gusi serta bentuk gigi akan tetap terjaga dari sedotan anak yang terlalu kuat. Kemudian, lanjutnya, kurangi mengkonsumsi minuman manis. Jika tidak dapat dihindarkan, orangtua dapat memberi mereka minum air mineral untuk menetralisir mulut dan gigi dari sisa minuman manis.
“Langkah yang terakhir dengan membiarkan mereka memilih sikat dan pasta gigi mereka sesuai selera mereka agar aktifitas menggosok gigi menjadi lebih menyenangkan bagi mereka,” imbuhnya. (rw)

1
2
BAGIKAN
loading...