Warga Aleppo Dilarang Kembali

48
Ilustrasi

Evakuasi Tuntas, Assad Sweeping Oposisi

LEPPO – Evakuasi warga sipil dan oposisi bersenjata (pemberontak versi Damaskus) dari Kota Aleppo sudah berlangsung sepekan. Kemarin (22/12) konvoi terakhir bus pengangkut warga bergerak meninggalkan kota yang pernah menjadi kota terbesar kedua Syria tersebut. Seiring dengan lengangnya Aleppo yang ditinggalkan penghuninya, perhatian tertuju kepada Presiden Bashar al-Assad dan rencananya di bekas benteng oposisi itu.

Puluhan bus dan kendaraan pribadi serta ambulans perlahan menjauh dari Aleppo. ’’Masih akan ada iring-iringan kendaraan dalam jumlah lebih sedikit malam ini (kemarin). Konvoi terakhir itu akan mengangkut para pejuang oposisi dan keluarganya,’’ terang Ingy Sedky, Jubir Palang Merah Internasional alias ICRC di Syria. Dia berharap, evakuasi berjalan lancar. Jika semuanya tepat jadwal, evakuasi berakhir sebelum hari berganti.

Data ICRC menyebutkan bahwa sekitar 30.000 warga sudah meninggalkan Aleppo. Semua pasien rumah sakit Aleppo dan penduduk yang sakit atau terluka lebih dulu tiba di Kota Idlib atau kota-kota lain di Provinsi Idlib untuk mendapat perawatan medis. Sebagian yang lain berada di kamp darurat di perbatasan Turki dan menjalani perawatan medis. Sedangkan yang kondisinya parah dirawat di rumah sakit.

Menurut Ahmad al-Dbis, ketua tim dokter dan sukarelawan ICRC, evakuasi yang dilakukan sejak Kamis pekan lalu (15/12) melibatkan sekitar 400 kendaraan. Selain bus dan ambulans, evakuasi melibatkan truk dan kendaraan pribadi. ’’Dari Aleppo, sebagian besar rombongan singgah di Khan al-Assal untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir yang tidak sama,’’ katanya.

Jika ICRC optimistis proses evakuasi berakhir Kamis malam, tidak demikian halnya dengan para pejuang oposisi bersenjata. Kemarin masih ada ribuan orang yang menunggu dievakuasi dari kota seluas 190 kilometer persegi tersebut. Sebagian besar adalah para pejuang oposisi dan keluarganya. ’’Masih banyak yang tertinggal. Jumlahnya mungkin ribuan,’’ kata Ahmed Kara Ali, Jubir kelompok Ahrar al-Sham.

1
2
3
BAGIKAN
loading...