Duh! Sri Raja Prabu Rajasa Nagara Kebanyakan Lupa

81
BANYAK LUPA: Dimas Kanjeng Taat Pribadi saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang pembunuhan eks dua sultannya, Abdul Gani dan Ismail Hidayah di Ruang Sidang 1 PN Kraksaan, kemarin. Foto: Zaenal Arifin/Radar Bromo/JPNN.com

KRAKSAAN – Persidangan kasus pembunuhan eks dua anak buah Dimas Kanjeng Taat Pribadi digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan,  Probolinggo, kemarin (22/12).

Dimas Kanjeng dihadirkan sebagai saksi. Namun, tak banyak keterangan yang diperoleh dari pria yang digelari Sri Raja Prabu Rajasa Nagara tersebut.

Sebab, Dimas Kanjeng yang juga jadi tersangka pembunuhan 2 eks anak buahnya, penipuan, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) mengaku banyak lupa.

Ia tak mengingat lagi berita acara pemeriksaan (BAP)-nya maupun kejadian di padepokan.

Dimas Kanjeng dihadirkan dalam sidang pembunuhan eks dua pengikutnya dengan tujuh terdakwa.

Yakni, pembunuhan Abdul Gani dengan terdakwa Wahyudi (purnawirawan TNI), Kurniadi. Serta, Ahmad Suryono dan Wahyu Wijaya. Dua nama terakhir merupakan pecatan TNI berpangkat Letkol yang terlibat dalam pembunuhan Abdul Gani dan Ismail Hidayah.

Tiga terdakwa lain dalam kasus pembunuhan Ismail Hidayah adalah Mishal Budianto alias Sahal, Suari alias Samsudi. Serta, Tukijan.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, Dimas Kanjeng kemarin datang ke PN Kraksaan dengan pengawalan ketat petugas. Dimas Kanjeng yang mengenakan hem lengan panjang warna putih dipadu celana hitam itu langsung jujuk di lantai 2 PN Kraksaan, pagi kemarin.

Saat turun dari lantai 2 menuju ruang sidang, Dimas Kanjeng yang berpenampilan klimis dengan rambut disisir ke belakang itu, dapat pengawalan ketat petugas keamanan.

Ia awalnya mengikuti sidang pembunuhan Abdul Gani. Di awal persidangan, penasihat hukum (PH) 7 terdakwa mengajukan keberatan.

Sebab, sesuai pasal 168 KUHAP, saksi yang menjadi terdakwa atas kasus yang sama diperbolehkan menolak untuk diperiksa keterangannya alias mengundurkan diri sebagai saksi.

Saksi pun menyatakan menolak untuk diambil sumpah sebagai saksi. “Yang mulia majelis hakim, tolong dikembalikan pada saksi. Apakah bersedia diperiksa sebagai saksi atau menolak diperiksa,” kata Muhammad Sholeh, selaku ketua tim PH para terdakwa.

loading...