Lagi, Ada Warga Diduga Korban Begal, Masyarakat Mulai Ragukan Kinerja Polisi

56
RAWAN BEGAL:Jalan Seekarno Hatta merupakan salah satu daerah yang sangat rawan akan begal. (Dhedy/Radar Kutim)

Kinerja aparat Kepolisian Resort Kutai Timur (Kutim) dalam menangani kasus begal di Jalan Soekarno Hatta mulai diragukan warga. Pasalnya, lagi-lagi ada warga yang diduga menjadi korban begal. Bahkan, aksi tersebut bukan hanya dilakukan pelaku pada malam, namun juga siang hari. Seperti kasus yang dialami Winarsih (35) salah satu karyawan RSUD Kudungga, Selasa (20/12) kemarin.

“Saya tidak tahu aparat kepolisian bekerja atau tidak. Serius atau tidak menangani masalah begal. Parahnya, kejadiannya itu sudah berulang-ulang. Tapi sampai saat ini pelakunya masih keliaran,” kata Soleh dan istrinya Ratna warga Soetta.

Selain harta yang dirampas, lanjut dia, yang menjadi masalah adalah tindakan pelaku terhadap korbannya. Sebab, pelaku tidak segan  menyerang korbannya. Bahkan, sudah ada korban yang tewas akibat aksi pelaku.

“Seharusnya, aparat keamanan berkaca dari beberapa kejadian yang lalu-lalu. Sudah ada yang meninggal. Seharusnya aparat gerak cepat mengungkap siapa pelakunya. Kita yakin, dia orang yang sama. Ini sudah berapa kali. Jika tidak ditangkap, saya yakin akan ada korban selanjutnya,” katanya.

Dia pun meminta, aparat kepolisian lebih meningkatkan patroli di semua daerah yang rawan akan aksi pembegalan, khususnya di Jalan Soetta. Karena jangan sampai ada lagi warga yang menjadi korban.

“Malam hari rutin gelar patrol sampai pagi hari. Karena banyak kejadian di pagi hari. Kalau perlu, di daerah tersebut bangun pos polisi dan ditambah penerangan,” pintanya.

Sementar itu, Direktur RSUD Kudungga, Bahrani, juga turut menyorot kinerja aparat kepolisian. Sebab, kejadian tersebut sudah sering terjadi, namun hingga saat ini dirinya belum mendengar ada pelaku pembegalan yang sudah diamankan aparat kepolisian.

“Sudah bolak balik (kejadiannya,red), tidak ditangkap juga (pembegalnya,red). Oleh karena itu saya sangat berharap pengamanan lebih ditingkatkan. Karena jangan sampai terjadi lagi untuk yang kesekian kalinya,” pesan Bahrani. (dy)

1
2
BAGIKAN
loading...