oleh

Sekolah Belum Dapat Dana BOS, Guru Honorer Terancam Tak Digaji 

SAMARINDA – Sebagian kepala sekolah di Kaltim mengeluhkan belum cairnya dana Bantuan Operasional Sekolah Nasional (BOSNAS) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) triwulan kedua dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pasalnya, dana tersebut digunakan untuk mendukung operasional sekolah.

Salah seorang kepala sekolah di Samarinda berinisial AS mengaku, mandeknya pencairan BOSNAS dan BOSDA ini berimbas pada lambannya pemberian gaji guru. Bahkan dirinya kerap mendapat pertanyaan dan desakan dari guru honorer.

“Sudah dua bulan ini kami belum memberikan gaji guru honorer. Kas sekolah belum cukup untuk menutupi gaji guru honorer. Makanya kami meminta pemerintah segera memberikan kepastian pada kami, agar segera mencairkan BOSNAS dan BOSDA,” pintanya, Jumat (8/6) kemarin.

Terlebih menjelang lebaran, guru honorer banyak mengharap gaji dan tunjangan tambahan dari sekolah. Sementara sekolah tidak memiliki anggaran yang dapat menutupi pembayaran gaji dan tunjangan guru honorer.

“Memang sangat menyedihkan, Mas. Harusnya dari sekarang mereka sudah merencanakan pulang kampung, berkunjung ke rumah keluarga dan menghabiskan hari libur setelah berbulan-bulan mengajar. Tetapi karena tersendatnya BOSNAS dan BOSDA, bisa jadi mereka tidak akan bisa, jadi semua itu akan terhambat,” ungkapnya.

Dia berpendapat, seharusnya jika terdapat perubahan kebijakan dari pemerintah terkait bantuan tersebut, pihak terkait pemberitahuan terlebih dulu pada sekolah. Sehingga tidak mengganggu pengelolaan keuangan sekolah.

“Kenapa tidak dari awal diberitahukan pada kami jika ada masalah dan kendala internal di pemerintah? Ini yang membuat kami heran. Kalau saja di triwulan pertama kami dikasih informasi, tidak mungkin seperti ini,” sesalnya.

Sementara itu, Ketua Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Samarinda, Tri Raharjo menyatakan, berdasarkan informasi yang didapatkannya dari pemerintah pusat dan daerah, lambannya pencairan BOSNAS dan BOSDA tersebut karena terdapat perubahan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan bantuan tersebut.

Bagikan berita ini!
  • 4
    Shares

Komentar