oleh

Rombel SMP Tak Pakai Angka Maksimal  Diisi Maksimal 34 Orang, meski Peraturan SPM Terapkan 36 Siswa

BONTANG – Tahapan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMP sudah memasuki masa pendaftaran nilai afirmasi. Pertengahan bulan depan, para peserta didik baru sudah memasuki tiap rombongan belajar (rombel) untuk mengikuti kegiatan belajar.

Tahun ini, Dinas Pendidikan (Disdik) tidak memakai angka maksimal rombel pada SMP Negeri. Tiap rombelnya nanti hanya diisi maksimal 34 siswa saja. Padahal dalam peraturan pemerintah tertuang standar pelayanan maksimal (SPM) mencapai 36 dalam satu rombel.

Kasi Kurikulum Disdik Saparuddin mengatakan, tidak mengacu SPM dikarenakan ingin menyelamatkan sekolah swasta yang ada di Kota Taman. Mengingat terdapat 34 SMP swasta yang membuka pendaftaran peserta didik baru pula.

“Tentu mereka juga membutuhkan siswa, itu yang kami lihat,” kata Saparuddin saat ditemui Bontang Post di ruang kerjanya, Selasa (5/6) kemarin.

Tak hanya itu saja, Disdik juga mempertimbangkan komponen yang ada di dalam sekolah. Termasuk unsur tenaga pendidik yang menjadi sumber penghasilan dalam mencukupkan kebutuhan ekonomi keluarga.

“Kami juga memikirkan bahwa itu merupakan tempat guru mencari sumber pendapatan, itulah sebabnya kami memutuskan tidak memakai kouta maksimal,” tuturnya.

Saparuddin juga menyatakan regulasi untuk SMP swasta tiap rombelnya minimal diisi 20 siswa. Kalau tidak maka Disdik akan melakukan penggabungan dengan sekolah terdekat. Saat ini terdapat 34 SMP swasta di Kota Taman.

Berkaca tahun sebelumnya rata-rata tiap sekolah swasta membuka 3-4 rombel. Adapula yang di atas rata-rata seperti SMP YPK, SMP YPVDP, SMP Bahrul Ulum, SMP IT Darul Hikmah, dan SMP IT Yabis. “Sekolah itu banyak menggerus siswa baru,” ungkapnya.

Sebanyak 3.196 siswa lulusan Sekolah Dasar di tahun ini akan menginjakkan kaki di tingkat SMP. Adapun daya tampung SMP Negeri mencapai 1.530 siswa. Artinya 1.666 calon siswa akan diperubutkan oleh SMP swasta. (ak)

Bagikan berita ini!
  • 6
    Shares

Komentar