oleh

Harga Ayam Melambung Tinggi Capai Rp 70 Ribu, Di Pasar Rawa Indah Stok Menipis

BONTANG – Jelang Ramadan, sejumlah harga stok bahan pangan mayoritas mengalami kenaikan. Hal tersebut disebabkan meningkatnya konsumsi masyarakat. Kemarin (15/5), harga ayam di pasaran Rp 50 ribu bahkan ada yang seharga Rp 70 ribu per ekor.

Untuk menjaga stabilitas harga dan stok sembako di Kota Taman, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Bontang melakukan monitoring harga bersama Kapolres Bontang beserta jajarannya.

Plt Kadiskop-UKMP Bontang Karlina mengatakan, Bontang memiliki tantangan yang cukup besar dalam mengendalikan lonjakan harga sembako. Hal ini disebabkan karena Bontang bukan merupakan daerah penghasil. Mengingat sebagian besar komoditi pangan berasal dari luar daerah. “Makanya perlu usaha ekstra untuk mengendalikan inflasi sembako di Bontang,” jelas Karlina, Selasa (15/5) kemarin.

Sebenarnya dikatakan Karlina, monitoring harga dan stok bahan pokok merupakan kegiatan rutin Diskop-UKMP Bontang yang dilaksanakan sepekan 3 kali. Namun demikian, dalam rangka menghadapi Ramadan dan Idulfitri 1439 Hijriah, monitoring harga dan stok bahan pokok pun dilakukan bersama Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti. “Kami mendatangi 4 lokasi, mulai dari agen beras, agen telur, serta distributor minyak dan tepung. Tidak hanya itu, kami meninjau langsung stok ayam yang saat ini harganya melambung tinggi,” ujarnya.

Kenaikan harga yang signifikan memang hanya terjadi pada satu komoditi, yakni daging ayam. Di Pasar Rawa Indah, hasil monitoring mendapatkan daging ayam dijual dengan harga mulai dari Rp 55 ribu hingga 70 ribu per ekornya. Padahal, harga normal ayam Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu. “Kenaikan harga karena stok daging ayam yang menipis, biasanya stok mencapai 100 sampai 200 ekor per pedagang, tetapi menjelang puasa, stok yang ada hanya 50 sampai 100 ekor di setiap pedagang,” ungkapnya.

Bagikan berita ini!
  • 14
    Shares

Komentar