oleh

Alhamdulillah, Awal Ramadan 2018 Dimulai Serentak  Kemenag Imbau Banyak Beribadah, Larang Warga Main Petasan

BONTANG – Awal Ramadan 2018 atau 1 Ramadan 1439 Hijriah dimulai serentak. Sebab, pemerintah menetapkan awal Ramadan jatuh pada Kamis (17/5) besok, begitupun dengan Muhammadiyah yang terlebih dahulu menetapkan awal Ramadan pada tanggal tersebut.

Penyelenggara Syariah Kemenag Bontang pun mengimbau kepada seluruh masyarakat Bontang untuk mengikuti keputusan sidang isbat yang telah ditetapkan pemerintah pusat. “Alhamdulillah tahun ini kita bisa sama-sama serentak malaksanakan awal Ramadan. Mari jadikan momentum ini untuk saling bersatu,” ujarnya kepada Bontang Post.

Di momentum Ramadan ini Yarkani juga turut mengimbau kepada warga muslim Bontang, untuk lebih meningkatkan ibadah-ibadah sunnah seperti tadarrus, berselawat, memperbanyak infak dan sedekah, serta menjaga lingkungan agar tetap kondusif. Di antaranya dengan tidak membunyikan petasan di waktu-waktu salat tarawih, sahur, maupun subuh hari. “Suara petasan bisa mengganggu warga,” kata dia

Selain itu, dirinya juga mengimbau kepada pengurus atau takmir masjid,untuk tidak mengeraskan speaker masjid atau musala diatas pukul 23.30 Wita.

“Takmir masjid harus menyesuaikan juga dengan lingkungannya. Bila memang ada tadarus Alquran di malam hari sampai di atas pukul 11 malam, sebaiknya cukup menggunakan pengeras suara dalam saja. Tidak perlu pengeras suara luar,” sebutnya.

Adapun imbauan lainnya, yaitu sebelum melaksanakan ibadah tarawih ke masjid, sebaiknya pemilik rumah memastikan terlebih dahulu keadaan kompor dan pintu jendela terkunci. Sehingga saat ibadah pun tenang.

“Terkait zakat, kami juga minta masyarakat untuk menyalurkannya ke lembaga-lembaga zakat yang resmi baik di Lembaga Amil Zakat (LAZ) maupun di Unit Pengumpulan Zakat (UPZ),” tukasnya.

Sebagai informasi, penetapan awal Ramadan ini dilakukan lewat sidang isbat pemerintah melalui Kementerian Agama. “Maka 1 Ramadan 1439 hijriah jatuh pada hari Kamis tanggal 17 Mei 2018,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat membacakan hasil sidang isbat di Kantor Kementerian Agama Jakarta.

Sidang isbat yang hasilnya diumumkan Menteri Agama tadi malam diikuti perwakilan organisasi masyarakat Islam dan kedutaan besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, pakar astronomi dari ormas-ormas Islam, serta pejabat eselon I dan II Kemenag dan Tim Hisab dan Rukyat Kemenag.

Penetapan 1 Ramadan ini berdasarkan pemantauan hilal di titik pemantauan di 33 Provinsi di seluruh Indonesia. Lokasi pemantauan paling Barat, tersebar di Observatorium Kuta Karang, dan Tugu 0 KM Indonesia, Sabang. Sedangkan di wilayah paling Timur Indonesia, pemantauan hilal dilakukan di Pantai Lampu Satu Merauke. Sidang isbat tahun ini berlangsung tertutup. Pukul 16.00 WIB, sidang diawali dengan pemaparan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama tentang posisi hilal menjelang awal Ramadan 1439 H. (bbg)

Bagikan berita ini!
  • 8
    Shares

Komentar