oleh

Antisipasi Lonjakan Harga Sembako Selama Ramadan, Kepolisian Bakal Patroli Pasar  Berharap Tak Naik Signifikan

SAMARINDA – Distribusi sembako di sejumlah pasar terus dipantau Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Langkah ini diambil sebagai upaya mengantisipasi lonjakan harga selama bulan puasa. Terlebih dari aksi culas para pedagang yang akan melakukan penimbunan barang.

Selasa (15/5) kemarin, Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Samarinda, Zairin Zain, bahkan mengadakan rapat koordinasi khusus bersama unsur pimpinan daerah di Kota Tepian,  hanya untuk membahas kesiapan distribusi sembako selama Ramadan.

Rapat yang bertempat di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Samarinda itu meminta semua instansi terkait seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Samarinda hingga kepolisian membantu mencegah terjadinya lonjakan harga. Di antaranya dengan melaksanakan operasi pasar.

Pjs Wali Kota Samarinda, Zairin Zain menginginkan, dalam Ramadan kali ini semua distribusi sembako berjalan baik. Ia ingin koordinasi antar instansi terkait ditingkatkan. Baik dari sisi penyediaan sembako, angkutan, maupun dalam pengaturan komoditas ke pasar.

“Saya ingin harga di semua pasar sama. Distribusi sembako, harga jual di pasar harus benar-benar stabil,” kata dia.

Zairin mengaku, ketika sidak pekan lalu dirinya belum mendapati adanya lonjakan harga. Kecuali harga ayam yang semula dijual Rp 35 ribu per ekor, kini dijual Rp 45 ribu per ekor.

“Saya harapkan selama Ramadan tidak ada kenaikan yang signifikan. Kalau naiknya antara Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu, saya kira masih di batas yang wajar. Karena yang seperti itu selalu terjadi,” sebut Zairin.

Dia mencotohkan, biaya transportasi seperti tiket pesawat dan ongkos angkutan travel telah mengalami kenaikan. Sehingga mempengaruhi naiknya harga barang. Terutama barang-barang yang didatangkan dari luar Kaltim. Seperti dari Sulawesi dan Jawa.

Bagikan berita ini!
  • 3
    Shares

Komentar