oleh

Ribuan Buruh TKBM Komura Demo di Pengadilan dan Kejati Tuntut Pengembalian Uang Rp 282 Miliar

SAMARINDA – Sejak Ketua Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) Kaltim, Jafar Abdul Gaffar dan Sekretaris TKBM Komura, Dwi Hari Winarno ditangkap Desember 2017 lalu, ribuan anggota dan buruh koperasi tidak mendapatkan gaji yang layak.

Sehingga, Senin (14/5) kemarin, ribuan anggota dan buruh TKBM Komura Kaltim melakukan aksi di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim. Mereka menuntut pengembalian uang yang disita pengadilan. Akibat penyitaan tersebut, sebanyak 1.200 anggota dan karyawan tidak mendapatkan gaji sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP) Kaltim.

Selain itu, banyak aktivitas dan program koperasi secara kelembagaan yang tidak berjalan sesuai rencana. Bahkan mereka sempat bingung dengan mandeknya keuangan koperasi.

Koordinator Aksi, Familiyanto menuturkan, pihaknya menuntut pengembalian uang koperasi sebesar Rp 282 miliar. Uang tersebut telah diblokir pengadilan. Lantaran penyitaan tersebut, sudah setahun anggota dan buruh koperasi tidak mendapatkan haknya.

UNJUK RASA: Pekerja TKBM Komura melakukan aksi menuntut pengembalian aset dan uang milik koperasi tersebut di PN dan Kejati Kaltim.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

“Sebanyak Rp 10 miliar disita oleh negara. Kemudian Rp 172 miliar dikembalikan pada koperasi. Nah ini yang kami mau perjuangkan. Karena sampai sekarang sudah satu tahun lebih tidak dikembalikan,”  ujarnya, Senin (14/5) kemarin.

Tuntutan pengembalian uang tersebut disebabkan sangkaan kejaksaan terhadap pimpinan koperasi beserta sekretarisnya tidak berkaitan dengan keuangan koperasi. Karenanya penyitaan terhadap uang koperasi dinilai salah sasaran.

“Dana kami lepas dari tuntutan jaksa. Kami ingin memperjuangkan dana yang menjadi hak kami. Dana itu sejak Maret 2017 sampai sekarang disita dan diblokir. Sehingga TKBM Komura, ruang geraknya sangat sempit,” katanya.

Bagikan berita ini!
  • 2
    Shares

Komentar