oleh

Minta Dibentuk Satgas, Libatkan 50 Orang

GUNUNG Telihan menjadi salah satu kelurahan yang terkena langsung bencana banjir November 2017 lalu. Salah satu solusi yang diusulkan untuk menangani permasalahan banjir ialah membentuk Satuan Tugas (Satgas).

Lurah Gunung Telihan Viki Rizqi Riadis mengatakan, ada dua peran yang harus dilaksanakan oleh satgas banjir, yaitu penanganan dini dan pelaksanaan evakuasi.

Pembentukan ini sangat diperlukan untuk kemudahan dan kecepatan dalam bereaksi. Nantinya wewenang satgas ini akan berada di pihak kelurahan maupun kecamatan secara langsung.

“Kami ingin memiliki juga tim yang bisa dalam perintah langsung atau kewenangan langsung kelurahan atau kecamatan. Dan bisa diberdayakan dalam bentuk kegiatan,” kata Viki kepada Bontang Post, Rabu (18/4) kemarin.

Untuk menangani sistem drainase di Gunung Telihan, ia memerlukan sekitar 50 orang dengan memberdayakan karang taruna, linmas, pemuda, atau relawan-relawan yang ada di wilayahnya. Rinciannya, 10 orang untuk penanganan dini dan 40 orang untuk proses evakuasi.

“Jumlah tersebut nanti dibagi menjadi tiga tim. Satu tim ke RT 19, satu tim sasar RT 21, dan satu tim ke arah Jalan Soekarno-Hatta,” ucapnya.

Hal ini dipandang perlu, mengingat sebagian parit di kawasannya penuh akan sedimentasi pasir setelah hujan turun. Kondisi ini menyebabkan sistem drainase menjadi dangkal.

Berkenaan dengan anggaran, bila sudah ada komitmen menangani banjir maka diperlukan penambahan pos anggaran. Akan tetapi bila tidak bisa dipenuhi, maka bisa meminta bantuan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

“Petugas tersebut nantinya dibagi honor kegiatan. Nanti dikondisikan satu bulan satu kali kegiatan tetapi berkelanjutan dan ada target,” terangnya.

Diakuinya, saat melakukan bakti sosial kerap juga dibantu oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). “Tapi ada proses permohonan, itu yang menyebabkan gerakan tidak secepat bila membentuk satgas banjir di kelurahan,” tukasnya. (ak)

Bagikan berita ini!

Komentar