oleh

Laut Bontang Diguncang Gempa 

BONTANG – Kabar yang tersebar di berbagai jejaring sosial dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sontak membuat masyarakat Bontang khawatir. Salah satunya melalui akun twitter resminya, BMKG melaporkan jika Selasa (27/3) pukul 05.51 Wita telah terjadi gempa tektonik berkekuatan 3,8 Skala Ritchter (SR) di wilayah laut timur Bontang, yang berlokasi di 1.01 lintang utara (LU) dan 118.20 bujur timur (BT) atau sekitar 127 kilometer timur laut (TL) dari Bontang. Beruntungnya, gempa yang terjadi di kedalaman 10 kilometer tersebut tidak berpotensi tsunami.

Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Mudjianto dalam rilisnya menyebut, pada peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan sebesar skala intensitas I SIG-BMKG (II-III MMI). Jika ditinjau dari dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dengan kedalaman dangkal yang diakibatkan oleh pergerakan patahan (sesar) Sangkulirang. “Berdasarkan peta tatanan tektonik, di wilayah Bontang terdapat patahan – patahan lokal yang merupakan sistem Patahan Sangkulirang yang dapat memicu terjadinya gempa bumi,” ujarnya dalam rilis yang diterima Bontang Post.

Hingga berita ini diturunkan, hasil monitoring BMKG tidak atau belum menunjukkan adanya gempa bumi susulan. “Kepada masyarakat Bontang dan sekitarnya diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh adanya isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang Ahmad Yani mengatakan, pihaknya pun juga sudah mendapatkan laporan tersebut sejak pagi hari. Usai mendapat laporan tersebut, pihaknya langsung bergerak cepat untuk meneruskan imbauan tersebut ke kecamatan dan kelurahan yang tersebar di Bontang. “Selanjutnya imbauan tersebut akan diteruskan ke warganya,” ucapnya.

Meski dikabarkan telah terjadi gempa, namun masyarakat Bontang mengaku tak merasakan adanya getaran gempa tersebut. Sandi, warga Selambai Loktuan misalnya, meskipun dirinya bermukim di pesisir dan merasa khawatir usai mendapat informasi tersebut, namun dirinya mengaku tak sedikitpun merasakan adanya getaran-getaran seperti halnya saat gempa terjadi. “Tak ada merasakan apa-apa,” ujarnya kepada Bontang Post.