oleh

Pacar Ancam Sebar Foto Bugil, Siswi Pasrah Disetubuhi

BONTANG – Kelakuan Nhl (17), ini bisa dikatakan bejat. Pasalnya, warga Jalan Ir S Tampubolon, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat itu nekat menggagahi seorang gadis dengan mengancam akan menyebar foto bugil korban,  jika tak mau menuruti nafsunya.

Adalah pacarnya sendiri, sebut saja Mawar (17), masih satu sekolah dengan tersangka yang menjadi korbannya. Dalam 6 bulan, Nhl berhasil memperdaya Mawar sebanyak 5 kali.

Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono, melalui Kasat Reskrim Iptu Rihard mengatakan, awal terungkapnya kasus tersebut ketika orang tua Mawar tak sengaja membuka handphone korban saat sedang tertidur. Kala itu, ibu korban menemukan  foto tak senonoh anaknya yang dikirim ke tersangka. “Orang tuanya pun curiga dan langsung bertanya pada anaknya. Sehingga anaknya mengaku telah melakukan hubungan terlarang bersama tersangka,” jelas Rihard, Senin (5/3) lalu.

Korban, mengaku dipaksa melakukan hubungan persetubuhan dengan tersangka. Perbuatan terlarang tersebut bukan sekali saja dilakukan keduanya yang masih kelas XII salah satu SMK di Bontang ini, tetapi sudah beberapa kali di dua tempat. Salah satunya di bengkel tempat praktik jurusan sebanyak dua kali dan di rumah tersangka sebanyak 3 kali. “Mereka melakukan di rumah tersangka ketika orang tua tersangka sedang tidak ada di rumah,” ujarnya.

Persetubuhan pun dilakukan sejak November, Desember, dan terakhir di Januari. Sementara mereka menjalin hubungan asmara sejak September 2017. Rihard mengatakan, korban sangat takut perbuatannya diketahui oleh orang tuanya. Mengingat dirinya masih kelas XII SMK dan sebentar lagi akan melaksanakan Ujian Nasional (UN).

“Hasil pemeriksaan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) korban saat ini sangat trauma,” kata dia.

Tersangka pun diamankan Unit Opsnal Polres Bontang pada Sabtu (3/3) lalu. Atas perbuatannya, tersangka diduga melanggar pasal 82 ayat 1 undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (mga)

Bagikan berita ini!