oleh

Budaya Buang Sampah Sembarangan Masih Tinggi

SANGATTA- Jika melihat sampah terbang dijalan, tentu saja hal itu bukanlah sulap. Melainkan ulah oknum warga yang tidak bertanggung jawab.

Membuang sampah sembarangan bukan hal yang asing lagi di Kutim. Bahkan paten menjadi budaya buruk secara turun temurun.

Tanpa rasa malu dan takut, mereka membuang sampah di tempat umum. Baik pejalan kaki, roda, dua maupun empat.

Akibatnya, petugas UPT Kebersihan yang menjadi korban. Mereka dicaci dan dituduh tidak bekerja dan makan gaji buta.

Padahal sejuta upaya sudah dilakukan. Stretegi terus berganti. Namun semua sia sia karena ulah masyarakat itu sendiri.

“Kami terapkan empat shift. Tetapi masih saja sampah berserakan. Upaya sudah kami lakukan, hanya saja kesadaran masyarakat memang masih kurang,” ujar Kepala UPT Sangatta Utara, Rara Siti Hajrah.

Tidak hanya rutin dalam mengangkut sampah, pihaknya juga membentuk penyapu jalan dan sampah terbang. Pembersih TPS, pengerok tanah dan pasir serta juru pungut sampah terbang kilat.

“Juru pungut sampah terbang 2 orang, penyapu jalan dan sampah 22 orang, pengerok 3 orang, dan pembersih TPS 2 orang. Jadi cukup apa yang kami lakukan. Tetapi sudah bersih, masih saja ada yang tidak taat aturan,” katanya.

Khusus pungut sampah, tugas mereka cukup berat. Mereka hanya berdua keliling Sangatta Utara hanya mencari sampah terbang.

“Kalau lihat orang jalan jalan sambil pungut sampah, itu petugas kami. Mereka memang jalan mencari sampah yang terbang,” katanya.

Yang menjadi sorotan lainnya, ialah oknum pedagang musiman. Salah satunya pedagang rambutan. Pedagang ini terbilang kurang bersahabat. Mereka membuang sampah rambutan sembarangan.

“Apalagi kalau rambutan yang dicoba, habis makan sampahnya dibuang saja ke jalan. Kasihan juga petugas kami. Saya sudah kasih tau tapi jawabannya tidak cukup ,” katanya. (dy)

Bagikan berita ini!