oleh

Limbah Sawit Kutim Dilirik Investor 

SANGATTA – Bupati Kutim Ismunandar memberikan lampu hijau kepada PT Biru Laut Persada Balikpapan dalam pengelolaan limbah sawit Palm Oil Mill Effluent (POME).

Persetujuan itu terucap dalam Audiensi tentang limbah industri non B3, di Ruang Kerja Bupati, Bukit Pelangi, kemarin.

Bupati Ismunandar mempertanyakan jumlah limbah yang dibutuhkan oleh PT Biru. Jika sudah ada, dirinya meminta segera koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Perusahaan daerah (Perusda) guna membicarakan kerjasama dan mekanisme teknis lainnya.

“Prinsipnya kami mendukung. Silahkan dibicarakan dengan lingkungan hidup dan dijembatani oleh Perusda,” ujar mantan Sekretaris Daerah itu.

Dia juga menambahkan di Kutim pontensi minyak kelapa banyak terdapat di setiap kecamatan. Bahkan hampir terbentang di 18 kecamatan. Namun sekarang regenerasi pengolahnya sudah terbilang minim.

“Sekarang yang ngurus pohon kelapa sudah tua. Anak-anaknya sudah ke kota semua. Tidak ada yang menggantikan,” ungkap suami Encek UR Firgasih itu.

Pertemuan Bupati Ismunandar dengan Direktur PT Biru Laut Persada Balikpapan Sheila Anom dan dua relasi, salah satunya Joachim Peter Wienold President Director PT Greennrg Bio Solutions berlangsung akrap.

Diketahui dalam presentasi singkatnya bahwa PT biru bersama PT Greenngr Bio Solutions siap melakukan pengelolaan limbah sawit yang ada di pabrik.

Direktur PT Biru Laut Persada Balikpapan Sheila Anom menjelaskan di Balikpapan minyak jelantah rumahan sudah dikelola dengan melibatkan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai koordinator warga.

Kini limbah POME turut diolah. Jika di Kutim ada 26 pabrik yang miliki kolam kotor, maka pontesi tiap pabrik mencapai 200 hingga 300 ton.

“Di Kutim kuota limbah dicari sebanyak-banyaknya. Jika disetujui, pengerjaan akan dilakukan secepatnya,” tuturnya.

Untuk diketahui, Pengelolaan limbah tersebut bertujuan mengubah minyak bekas jelantah menjadi tenaga terbarukan yaitu Biodiesel.

Bagikan berita ini!