oleh

Gadget Anak Harus Diawasi

Konten Iklan Berpotensi Bahaya

SAMARINDA – Penggunaan gadget oleh anak-anak harus mendapat pengawasan dari orang tua. Pasalnya banyak ruang di gadget yang berpotensi merusak masa depan anak. Di antaranya melalui konten iklan yang mengarah pada pornografi.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Samarinda Sri Lestari menuturkan, penggunaan gadget tidak sepenuhnya aman untuk anak-anak. Walaupun anak-anak memainkan video game misalnya, ada kemungkinan pengaruh-pengaruh buruk yang bisa diterima anak.

“Walaupun dia itu memegang game, ternyata ada iklan-iklan yang tidak mendidik. Bahkan ada iklan yang berbau pornografi,” kata Sri kepada Metro Samarinda.

Menurutnya, materi-materi dengan unsur pornografi ini sangat berpengaruh pada kejiwaan anak-anak. Karena sekali saja anak-anak melihat pornografi, bisa membuat mereka menjadi ketagihan. Para peneliti menyebut, cairan dopamin yang diaktifkan pornografi akan sulit untuk diobati. Sehingga anak-anak akan berkeinginan terus mencari materi-materi baru.

“Berikutnya dia ingin mencari yang lebih dan lebih lagi. Jadi terus begitu. Misalnya hari ini dia melihat yang biasa-biasa saja, besok dia ingin mencari yang lebih luar biasa lagi. Hal ini sudah diteliti dan tentunya tidak bisa dielakkan,” bebernya.

Di satu sisi, penggunaan gadget di masa sekarang ini sudah sulit dilepaskan dari keseharian. Anak-anak sudah tahu gadget dan tidak mau diberi piranti lawas. Dalam hal ini, Sri mengatakan solusinya ada pada orang tua yang diminta bersama-sama menjaga anak-anak. Orang tua perlu mendampingi anak-anak dalam hal penggunaan gadget.

“Boleh memakai gadget yang canggih tapi didampingi. Lebih bagus lagi kalau ada komitmen dengan anak. Komitmen ini sudah saya terapkan pada anak-anak,” ujar istri Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail ini.

Bentuk komitmen tersebut bisa dengan pemberian syarat diperbolehkannya menggunakan gadget. Apa saja yang boleh diakses dan kapan waktu penggunaan gadget. Misalnya boleh memainkan gadget pada jam-jam tertentu, dan dilarang pada saat jam-jam belajar. Dalam penyampaian kepada anak-anak pun juga tidak bisa sembarang. Melainkan harus dengan cara yang pelan.

Bagikan berita ini!