oleh

Lakalantas di Kalangan Pelajar Tinggi, Polantas Rutin Razia, Sasar Siswa di Bawah Umur

BONTANG – Berdasarkan data kecelakaan lalu lintas (lakalantas) semester satu tahun 2017 yang dirilis Sat Lantas Polres Bontang, 30 persen dari total keseluruhannya merupakan kejadian yang melibatkan kalangan pelajar. Kejadian ini dinilai cukup tinggi meskipun kenaikannya tidak signifikan.

Padahal, Polisi lalu lintas (Polantas) Bontang sudah melakukan berbagai upaya mulai dari sosialisasi terkait keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcar lantas) baik di sekolah-sekolah maupun di kelompok komunitas yang didominasi oleh usia belia. Namun masih saja terdapat beberapa kejadian yang terjadi.

Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono melalui Kasat Lantas AKP Irawan Setyono mengatakan, perlu adanya langkah penanganan yang signifikan, yakni penegakan hukum. Dikarenakan himbauan yang tiap hari disampaikan mulai dari sosialisasi manual maupun melalui media sosial elektronik dinilai masih kurang maksimal.

“Ketidakpedulian beberapa orang tua yang cenderung memberikan sepeda motor kepada anaknya yang masih belum cukup umur juga menjadi faktor. Dimana hal itu sangat rawan terhadap kondisi emosional psikologis anak pada saat berkendara di jalan,” kata Irawan kepada Bontang Post.

Untuk menanggulangi hal itu, Polantas Bontang  rutin melaksanakan razia yang menyasar anak-anak  pelajar di bawah umur. Selain memberikan efek jera, lewat razia rutin ini juga sekaligus sebagai upaya mendata seberapa persen pelajar yang masih tidak mengindahkan imbauan petugas.

Contohnya Selasa (10/10) kemarin. Polantas Bontang melaksanakan razia di Jalan MT Haryono tepatnya di depan SPBU Akawi pada pukul 06.30 Wita. Dari hasil razia tersebut, masih terdapat pelajar sekolah SMA yang mengendarai motor tanpa memiliki SIM. Hasil dari keseluruhan razia, jumlah pelanggar sebanyak 70 kasus dengan jenis pelanggaran berbeda-beda. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa 53 sepeda Motor, 10 STNK dan 7 SIM.