oleh

Mobil Berlumpur ‘Haram’ Masuk Kota 

Rusak Keindahan, Minta Dishub Tertibkan

SANGATTA- Kendaraan baik  roda dua,  empat, atau lebih, mulai milik pribadi terlebih perusahaan yang kondisinya kotor berlumpur dilarang memasuki kawasan perkotaan.

Larangan ini sudah sesuai dengan peraturan. Hal ini guna menjaga kebersihan serta keindahan kota.

Terlebih Kutim turut berkompetisi mengikuti lingkungan bersih dengan gelar Adipura. Karena kebersihan lingkungan kota menjadi salah satu penilaian utama, maka semua yang berpotensi merusak lingkungan termasuk mobil berlumpur wajib disterilkan.

Meskipun Adipura bukan tujuan utama Kutim, melainkan pembenahan dan  usaha untuk perubahan secara fokus dan tuntas.

“Mobil perusahaan yang berlumpur jangan masuk kota,” tegas Bupati Ismu.

Sebelum memasuki kota, alangkah baiknya keadaan kendaraan terjaga kebersihannya. Sehingga tidak meninggalkan lumpur di sepanjang jalanan.

“Jangan berlumpur masuk kota,” kata Ismu.

Hal ini pernah disampaikan Kepala UPTD Kebersihan Sangatta Utara Basuki Isnawan. Pihaknya cukup kewalahan membersihkan tumpukan tanah di sepanjang Jalan Poros. Baik poros utama maupun dalam gang.

“Jadi setiap waktu dibersihkan. Belum lagi banyaknya kendaraan berlumpur yang melintasi dalam kota. Ditambah, Jalan ini (Poros Yos Sudarso) merupakan Jalan Provinsi. Kami harap sebelum masuk kota mobil bersih,” pintanya.

Sementara itu, Iwan warga Sangatta Utara mendukung penuh larangan tersebut. Karena hal itu demi kebaikan bersama. Salah satu manfaat yang didapat ialah menjaga lingkungan  dan terhindar dari penyebaran penyakit. Ispa salah satunya.

“Kalau saya perhatikan memang banyak mobil perusahaan yang berlumpur masuk kota. Khususnya mobil galian C. Mulai dari ban berlumpur hingga bak terbuka saat mengangkut tanah. Jadi memang layak dilarang dan ditertibkan,” katanya. (dy)

Bagikan berita ini!

Komentar