oleh

Lokalisasi Bengalon Bakal Ditutup Paksa

Biar Tak Pindah ke Lokalisasi Lain, Semua Wajah PSK Wajib Difoto

SANGATTA – Pemerintah Kutai Timur (Kutim) baru berhasil menutup dua lokalisasi di Kutim. Yakni, Lokalisasi Kampung Kajang, Sangatta Selatan, dan Tenda Biru, Teluk Pandan. Akan tetapi, pihaknya berjanji, akan kembali menutup dua lokalisasi pada tahun 2017 ini. Ialah, lokalisasi Bengalon dan Muara Wahau.

Dikatakan Kepala Dinas Sosial (Dissos) Kutim,Aspul Anwar, saat ini, pihaknya sudah membuat surat ketegasan kesemua camat yang tersebar di Kutim. Dalam surat tersebut tertulis, meminta seluruh camat mengambil langkah menutup seluruh kegiatan prostitusi yang ada di wilayah masing-masing.

Kemudian, mengirimkan data terbaru jumlah lokalisasi aktif dan jumlah penghuni yang berada pada lokalisasi tersebut serta melakukan koordinasi aktif jika ada kegiatan negatif pada lokalisasi tersebut. “Surat sudah kami buat,” ujar Aspul didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Ernata Hadi Sujito.

Yang tidak kalah penting, nama dan foto wajah Pekerja Seks Komersial (PSK) juga wajib dicantumkan pada saat pendataan. Dengan harapan, seluruh PSK yang beroperasi di Kutim dapat diketahui identitasnya secara nyata dan jelas.

“Karena jangan sampai, lokalisasi satu ditutup, pindah lagi kelokalisasi lainnya. Tetapi jika nama dan foto wajahnya ada sama kami, maka kami dengan mudah mengenalinya. Mereka (PSK, red) juga tidak dapat mengelak lagi jika sewaktu-waktu kedapatan di tempat lain,” katanya.

Jika perintah yang dilayangkan kembali tidak diindahkan, maka pihaknya akan menutup secara paksa seperti halnya lokalisasi Kampung Kajang dan Tenda Biru. Penutupan ini sudah sesuai dengan, Keputusan Bupati Nomor:462.3/K.237/2013 tentang larangan kegiatan prostitusi atau lokalisasi di Kutim.

Juga, Surat Bupati Nomor:462.3/430/DKS-04/2016 Tanggal 24 Mei 2016 tentang surat edaran penutupan seluruh kegiatan prostitusi lokalisasi di wilayah masing-masing. Dan program Kementrian Sosial RI dengan tema Indonesia bebas lokalisasi dan prostitusi pada tahun 2019.