oleh

Demokrat Amini Kader Hijrah ke Hanura

JAKARTA-Partai Demokrat mengamini bila kadernya bakal hijrah ke Partai Hanura. Ini terutama, bagi mereka yang berlabel loyalis Anas Urbaningrum. Hal tersebut diungkapkan wakil ketua umum partai besutan Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), Roy Suryo. “Pak Pasek (mantan kader Partai Demokrat, Red) dekat sama Mas Anas Urbaningrum. Hak masing-masing pribadi, kita enggak melarang dan kita tidak mendorong, itu hak pribadi bersangkutan artinya kembali ke pribadi,” ujar Roya Suryo saat dikonfirmasi, Kamis (22/12).

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu mengetahui Oesman Sapta Odang (Oso) selaku Ketua Umum baru Partai Hanura mendorong mantan politikus Demokrat yang kini menjadi anggota DPD RI itu ikut bergabung. I Gede Pasek Pasek dikenal dekat dengan Anas Urbaningrum karena, keduanya mendirikan ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI).

Namun, sambung Roy, Demokrat loyal kepada satu ketua umum. Dimana, saat ini partai berlambang bintang mercy itu dipimpin oleh SBY. Kembali Roy memastikan bahwa partainya tak akan melarang bila kadernya hijrah ke partai lain. “Hak masing-masing pribadi kita tidak melarang dan mendorong, itu hak pribadi bersangkutan, artinya kembali ke pribadi. Saya tidak katakan tidak ada tetapi hak pribadi masing-masing kayak Pak Pasek ke DPD. Itu hak pribadi Pak Pasek,” imbuhnya.

Ketua DPP Partai Hanura Miryam S. Haryani membeberkan, pihaknya tidak hanya menampung kader Partai Demokrat, akan tetapi puluhan anggota DPD juga dipastikan bergabung dengan Partai Hanura setelah anggota DPD yang juga Wakil Ketua MPR RI, Oso resmi terpilih menjadi Ketua Umum Hanura. “Jumlahnya 34 anggota DPD yang sudah tadi (kemarin, Red) malam kita data bergabung ke Hanura,” tukasnya, kemarin.

Anggota Komisi II DPR RI itu juga mengaku walau saat Munaslub Hanura hanya dihadiri 16 anggota DPD, di antaranya anggota DPD dari Bali, I Gede Pasek Suardika. Namun, yang lain atau 18 Senator lagi, meskipun tidak hadir, mereka telah menitipkan namanya untuk didaftarkan sebagai kader Hanura. “Dari daerah Bali ada dua, NTT dua orang, Jawa Barat dua orang, Jawa Timur tiga orang dan Kalimantan satu orang. Saya nggak hafal nama-namanya,” beber Miryam.

Bagikan artikel ini

Komentar